kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Ini pertimbangan bank BUMN membentuk Aset Management Unit


Kamis, 25 Januari 2018 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Direktur Strategis Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank BUMN mempunyai beberapa pertimbangan membentuk asset management unit (AMU). AMU ini nantinya bertujuan untuk mengelola kredit bermasalah bank terpisah dari aset bersih yang dimiliki.

Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI mengatakan, pada prinsipnya jika ada kredit bermasalah bank memiliki beberapa pilihan salah satunya restrukturisasi.

"Jika ada unit khusus maka aset bermasalah akan dipindahkan dan aset bank akan bersih," kata Haru ketika ditemui di kompleks BEI, Kamis (25/1).

Dengan dipindahkannya aset bermasalah untuk dikelola dalam suatu unit terpisah dari bank, maka diharapkan kinerja akan lebih bagus. Ini karena nantinya aset produktif bank bisa lebih optimal untuk pengembangan bisnis.

Sebelumnya Kementerian BUMN ingin PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ada di bawah holding keuangan Danareksa. Nantinya BPUI ini rencananya akan menggabungkan aset manajemen unit masing-masing bank BUMN.

Ogi Prastomiyono, Direktur Bank Mandiri bilang, pembicaraan mengenai penggabungan aset manajemen unit (AMU) bank BUMN dalam satu entitas BPUI kini masih dibahas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×