Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) Tatang Nurhidayat merespon kabar terkait rencana divestasi aset investasi properti Tugu Insurance.
Dalam pemberitaan Kontan sebelumnya disebutkan sudah ada pihak yang memberikan penawaran kepada Tugu Insurance dengan nilai divestasi aset mencapai Rp 1 triliun. Hal itu diungkap oleh BCA Sekuritas dalam riset 31 Januari 2025 yang menyatakan, proses divestasi aset TUGU di Hong Kong terus berjalan.
"Betul ada penawaran yang masuk, ada beberapa penawaran. Nilainya saya lupa, tapi kalau memang sesuai harga, mungkin saja kita akan lepas," kata Tugu kepada Kontan, Senin (3/2).
Baca Juga: TUGU Dikabarkan Dapat Penawaran Soal Divestasi Properti di Hong Kong Rp 1 Triliun
Tatang bilang, aset divestasi yang akan dilepas ini diperuntukkan untuk investasi lainnya yang lebih likuid. Sebab, secara modal, ia menyebut Tugu Insurance sudah memiliki modal yang sangat kuat, sehingga tidak perlu penambahan modal lagi.
Namun, ada kemungkinan aset divestasi ini akan digunakan sebagai penguatan modal untuk anak usaha Tugu Insurance. Bisnis TUGU di luar negeri khususnya di Hong Kong dijalankan oleh anak usahanya Tugu Insurance Company (TIC) Ltd yang telah beroperasi komersil sejak 1965.
Baca Juga: TUGU Kembali Dapat Rating A- dari AM Best
Lebih lanjut, Tugu Insurance juga sedang mengupayakan aset investasi berupa aset keuangan. Alasannya, untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai likuiditas dan return investasi.
"Kami masih proses keduanya. Baik yang (penawaran) Hong Kong maupun London. Semoga mendapatkan pembeli dengan harga yang cocok," tuturnya.
Melansir laporan keuangan Tugu Insurance, per September 2024, perusahaan mencatat aset berupa investasi properti senilai Rp 2,32 triliun. Nilai ini didapat dari biaya perolehan atas tanah Rp 816,14 miliar serta gedung dan fasilitas senilai Rp 1,51 triliun.
Baca Juga: Presiden Direktur Tugu Insurance Tambah Kepemilikan Saham TUGU
Selanjutnya: Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2025 Jadi Deflasi Paling Dalam Sejak 1999
Menarik Dibaca: Tips Memilih Asuransi Kesehatan Tambahan dari Sompo Insurance
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News