kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inilah jeritan hati nasabah Jiwasraya


Jumat, 14 Agustus 2020 / 10:52 WIB
ILUSTRASI. Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Jiwasraya mengaku terbebani oleh beban biaya atau cost of fund produk JS Saving Plan. Guna mengurangi beban, polis akan ditukar produk baru dan Jiwasraya juga akan menurunkan bunga.

Waktu itu, perusahaan asuransi pelat merah ini mengaku masih menggodok skema restrukturisasi polis. Salah satu skema restrukturisasinya adalah menurunkan imbal hasil produk asuransi dari 12%-14% menjadi kisaran 6%-7%.

Baca Juga: Dorong pendapatan, asuransi jiwa minta pemerintah pertahankan daya beli masyarakat

Alasan tingginya biaya dana yang ditanggung oleh Jiwasraya ini dibantah oleh para pemegang polis. Nasabah lainnya Oerianto Guyandi menyatakan para nasabah hanya menerima imbal hasil 6% hingga 7%.

“Kami ikut disalahkan atau dianggap menerima 10% hingga 14%, itu tidak betul. Kami hanya menerima 6% hingga 7%. Itu pun bukan karena kami yang minta tapi kami ditawarkan. Kami tidak bisa dan tidak mau disalahkan kalau kami minta bunga terlalu tinggi atau serakah,” tegas Oerianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×