kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Investasi Asuransi Syariah Anjlok 95%, Ini Strategi Industri Hadapi Tekanan Pasar


Sabtu, 22 Agustus 2026 / 22:18 WIB
Investasi Asuransi Syariah Anjlok 95%, Ini Strategi Industri Hadapi Tekanan Pasar
ILUSTRASI. Hasil investasi asuransi syariah anjlok tajam menjadi Rp117,13 miliar. Perusahaan dituntut lebih cermat menyesuaikan portofolio. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja investasi industri asuransi syariah merosot tajam pada semester I-2026.

Kondisi pasar modal yang penuh tekanan membuat perusahaan perlu lebih hati-hati dalam menempatkan dana investasi agar tetap selaras dengan kewajibannya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi perusahaan asuransi syariah hanya mencapai Rp117,13 miliar hingga Juni 2026. Angka tersebut anjlok dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,2 triliun.

Baca Juga: Asuransi Syariah Andalkan Instrumen Pendapatan Tetap Guna Jaga Portofolio Investasi

Pengamat asuransi syariah Wahju Rohmanti mengatakan, penurunan tersebut tidak lepas dari tekanan di pasar modal.

Koreksi saham serta tekanan di pasar obligasi akibat meningkatnya risiko makroekonomi dan arus keluar modal asing turut menekan kinerja investasi.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat perusahaan harus lebih cermat menyusun portofolio. Prinsip asset liability matching perlu menjadi perhatian agar penempatan investasi sesuai dengan profil kewajiban perusahaan.

“Perusahaan harus memastikan profil investasi tetap sesuai dengan liabilitasnya,” ujar Wahju.

Meski tertekan pada paruh pertama tahun ini, peluang pemulihan kinerja investasi masih terbuka hingga akhir 2026. Perbaikan kondisi makroekonomi dan kenaikan suku bunga acuan berpotensi menopang instrumen surat utang dalam jangka menengah.

Baca Juga: Hasil Investasi Zurich Syariah Tumbuh 18% pada Semester I-2026

Sekretaris Perusahaan PT Jasindo Syariah Wahyudi juga melihat peluang penguatan hasil investasi hingga akhir tahun.

Jasindo Syariah memilih memperkuat pengelolaan portofolio dengan mengandalkan instrumen yang memiliki fundamental kuat, terutama deposito syariah dan sukuk.

Menurut Wahyudi, kedua instrumen tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan kebutuhan likuiditas perusahaan.

Di tengah penurunan kinerja industri, PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) justru mencatat hasil berbeda. Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak mengatakan hasil investasi perseroan tumbuh 18% secara tahunan pada semester I-2026.

Baca Juga: Kontribusi Bruto Asuransi Allianz Syariah Tumbuh 10% sepanjang Tahun 2025

Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan bisnis serta pengelolaan portofolio yang dilakukan secara disiplin dan prudent. Zurich Syariah menilai pendekatan tersebut penting untuk menjaga kinerja investasi tetap berkelanjutan di tengah dinamika pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×