Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan terus menunjukkan akselerasi pada Juli 2026. Bank Indonesia mencatat total kredit mencapai Rp 8.970,2 triliun, tumbuh 13% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juni sebesar 12,1%.
Menilik data uang beredar periode Juli 2026 yang dipublikasikan Jumat (21/8/2026), pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh ekspansi kredit korporasi yang mencapai 20,9% secara tahunan. Kredit kepada perorangan juga meningkat, meski lebih terbatas, yakni 3,6%.
Berdasarkan penggunaannya, kredit investasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi. Kredit investasi mencapai Rp 2.733,3 triliun atau tumbuh 23,1% secara tahunan, meningkat dari 22,5% pada Juni.
Kredit modal kerja mencapai Rp 3.833,8 triliun dan tumbuh 11,6% secara tahunan, meningkat dari 9,6%. Sementara kredit konsumsi mencapai Rp2.403 triliun atau tumbuh 5,3%, melambat dari 5,7% pada Juni.
Baca Juga: Kredit Korporasi Tumbuh 20,9% di Juli, Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Perbankan
Di tengah akselerasi penyaluran kredit tersebut, suku bunga kredit justru meningkat. BI mencatat rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Juli 2026 sebesar 8,86%, naik dari 8,79% pada Juni.
Kenaikan juga terjadi pada suku bunga simpanan berjangka di seluruh tenor yang dicatat BI. Suku bunga deposito tenor satu bulan berada di 5,03%, tenor tiga bulan 5,53%, tenor enam bulan 5,44%, tenor 12 bulan 5,75%, dan tenor 24 bulan 4,01%.
Kenaikan suku bunga kredit tersebut terjadi ketika pertumbuhan kredit sedang menguat. Dengan kredit yang tumbuh 13% secara tahunan pada Juli, penyaluran pembiayaan perbankan menjadi salah satu faktor utama yang menopang perkembangan uang beredar.
BI mencatat kredit merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi perkembangan M2 pada Juli. Posisi M2 tercatat Rp10.371,1 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan, sementara penyaluran kredit mencapai Rp 8.970,2 triliun.
Baca Juga: Data Bank Indonesia: DPK Juli 2026 Tumbuh 7,7%, Simpanan Valas Masih Melaju
“Perkembangan M2 pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat,” sebut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Secara sektoral, penguatan kredit investasi antara lain berasal dari konstruksi dan jasa-jasa. Sementara pertumbuhan kredit modal kerja didorong oleh antara lain sektor listrik, gas dan air bersih, industri pengolahan serta konstruksi.
Sekadar informasi, Bank Indonesia memberi catatan angka realisasi di Juli 2026 masih merupakan angka sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














