Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026. Per Juni 2026, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 1,1 triliun.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan peluang untuk mempertahankan pertumbuhan laba hingga akhir tahun masih terbuka, meski kondisi daya beli diperkirakan masih menjadi tantangan.
Menurutnya, perusahaan akan lebih selektif dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan sembari menjaga kualitas aset. Selain itu, efisiensi operasional dan optimalisasi struktur pendanaan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kinerja profitabilitas.
Baca Juga: Pembiayaan Pindar ke UMKM Meningkat, Kebutuhan Pengembangan Usaha Ikut Melesat
"Perusahaan perlu semakin selektif dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan, menjaga kualitas aset, serta mengoptimalkan efisiensi operasional dan struktur pendanaan," kata Gani.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan turut menjadi tantangan bagi industri pembiayaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan cost of funds, namun penyesuaian tingkat bunga pembiayaan kepada konsumen tidak selalu dapat dilakukan secara langsung.
Untuk menghadapi tekanan tersebut, Adira Finance akan mengoptimalkan funding mix dan mengelola biaya operasional secara disiplin.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta tetap menjaga kualitas portofolio guna mempertahankan profitabilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














