kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.822   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Investor Asing Getol Memborong Saham Multifinance di Indonesia


Kamis, 23 November 2023 / 11:37 WIB
Investor Asing Getol Memborong Saham Multifinance di Indonesia
ILUSTRASI. Customer Service melayani nasabah di kantor cabang BFI Finance, BSD, Tangerang Selatan, Jumat (15/9/2023). Investor Asing Getol Memborong Saham Multifinance di Indonesia.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing getol memborong saham perusahaan pembiayaan atau multifinance di Indonesia. 

Baru-baru ini, NTAsian Discovery Master Fund, atau dikenal sebagai NTAsset, menambah saham di PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). 

Hingga 17 November, kepemilikan saham NTAsset di 5,25%, naik dari akhir Oktober di 5,07%.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono mengatakan, NTAsset pernah punya porsi saham BFIN hingga 10%. 

Baca Juga: Minat Investor Asing Terhadap Perusahaan Leasing Lokal Masih Tinggi

Sudjono mengungkapkan kepemilikan saham BFIN mayoritas atau sekitar 70% dipegang investor asing. 

Multifinance lain yang tengah diakuisisi asing adalah PT Mandala Multi Finance. 

Adira Finance dan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) akan membeli saham Mandala Finance sebanyak 80,6% saham. 

Sementara Adira Finance secara tidak langsung juga dimiliki oleh MUFG.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyatakan, minat investor asing ke multifinance karena demografi Indonesia. 

Baca Juga: Turun, Pembiayaan Alat Berat MTF Capai Rp 1,3 Triliun Per Oktober 2023

"Penjualan mobil masih rentang satu juta. Itu hanya mobil, belum motor. Jadi potensi pasarnya menjanjikan," kata Suwandi, Ketua Umum APPI.

Menurut Suwandi, return investasi di Indonesia juga masih bagus. 

"Jadi wajar asing masih masuk ke Indonesia. Pemodal akan mencari tempat mendapatkan imbal hasil lebih baik," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×