kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jangkau Nasabah Perempuan Prasejahtera, PNM Mekaar Dorong Inklusi Keuangan Indonesia


Kamis, 29 Februari 2024 / 19:00 WIB
Jangkau Nasabah Perempuan Prasejahtera, PNM Mekaar Dorong Inklusi Keuangan Indonesia
ILUSTRASI. Kontan - BRI Ultra Mikro Kilas Online. Hari Batik Nasional: Perajin batik di Gallery Batik Tradjumas, Depok, Jawa Barat, Minggu (2/10). Hari Batik Nasional menjadi momentum kebangkitan para perajin setelah pandemi Covid-19. KONTAN/Baihaki/2/10/2022


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk memperoleh pinjaman modal merupakan salah satu kendala pelaku usaha untuk berkembang. Holding Ultra Mikro (UMi) yang terbentuk pada 2021 berupaya menyediakan solusinya melalui layanan keuangan yang inklusif.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM), salah satu anggota Holding UMi, memiliki produk PNM Mekaar yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha mikro untuk bisa mendapatkan akses permodalan. Misalnya saja, Istirokha seorang pelaku usaha ultra mikro merasa dimudahkan dengan akses pembiayaan Mekaar. Tahun ini menjadi tahun keempat baginya mendapatkan permodalan melalui Mekaar.

"Saya ada usaha jahit dan jualan kecil. Awalnya pinjaman Rp 2 juta, sekarang saya ambil Rp 5 juta. Alhamdulillah mudah karena enggak perlu jaminan. Kalau di bank biasa, kan, harus ada jaminan walau Rp 2 juta," kata Istirokha, Jumat (17/11).

Istirokha menceritakan, dia mendapatkan permodalan melalui Mekaar lewat sebuah kelompok di desanya di Pekalongan, Jawa Tengah. Kelompoknya ada 12 orang dengan masing-masing merupakan perempuan dengan beragam usaha, mulai dari warung kelontong hingga menjahit.

Baca Juga: PNM Mekaar Buka Peluang Perempuan Prasejahtera untuk Berkembang

"Mekaar itu ada namanya tanggung renteng, jadi buat ibu-ibu lumayan membantu. Cicilan juga tidak berat. Dan ya utamanya itu tadi, enggak perlu jaminan. Seminggu mengurus, biasanya sudah cair," kata Istirokha.

PNM memang terus berikhtiar membantu kalangan pebisnis kecil melalui PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Mekaar merupakan layanan pemberdayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera dengan karakteristik pendapatan kurang dari Rp 800.000 per bulan, kelompok perempuan prasejahtera, tanggung kelompok perempuan prasejahtera, tanggung renteng, pertemuan kelompok mingguan, usaha produktif.

Pinjaman yang disediakan Mekaar sebesar Rp 2 juta sampai Rp 10 juta dan tanpa jaminan.

L. Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM mengatakan, saat ini jumlah nasabah aktif PNM Mekaar telah mencapai angka 14,8 juta nasabah. Seluruh nasabah alias 100% adalah ibu-ibu pra-sejahtera.

"Katakan masing-masing ibu memiliki satu orang anak sehingga ada 14,8 juta anak yang diberikan pembelajaran hidup tentang kewirausahaan, dan diharapkan suatu saat si anak akan menjadi pejuang UMKM Indonesia masa depan," kata Dodot.

Dodot mengatakan, nasabah Mekaar 100% perempuan, menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran hebat bagi dirinya, keluarga dan perekonomian bangsa dalam waktu yang bersamaan.

"Kami percaya kalau memberikan pemberdayaan kepada ibu-ibu, hasil usaha yang mereka dapat akan mengalir kepada keluarganya," imbuhnya.

Dikutip dari website PNM, kriteria yang wajib dipenuhi nasabah PNM Mekaar di antaranya, layanan PM Mekaar difokuskan kepada perempuan pelaku usaha mikro dengan kondisi keluarga yang memiliki indeks pendapatan per kapita maksimal US$ 1,99 per hari atau Rp 800.000 per bulan serta memenuhi indeks rumah.

Pembiayaan PNM Mekaar tidak mensyaratkanagunan fisik, melainkan bersifat tanggung renteng kelompok, dengan syarat kedisiplinan untuk mengikuti proses persiapan dan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).

Baca Juga: Aplikasi Selena, Andalan Tenaga Pemasar Pegadaian di Lapangan

Satu kelompok minimal terdiri dari dua subkelompok dan maksimal 6 subkelompok dengan masing  masing subkelompok beranggotakan 5 hingga 30 nasabah. Setiap kelompok/subkelompok dipimpin oleh seorang ketua. Terakhir pertemuan kelompok wajib dilaksanakan setiap minggu, sebagai salah satu car untuk membayar angsuran mingguan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×