Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasindo Syariah menerapkan sejumlah upaya guna menjaga angka klaim tetap terkendali. Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah Wahyudi mengatakan perusahaan akan terus memperkuat mitigasi risiko secara menyeluruh pada setiap lini bisnis.
"Selain itu, menerapkan selektivitas yang lebih ketat dalam akuisisi bisnis guna menjaga kualitas portofolio," katanya kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).
Wahyudi menerangkan Jasindo Syariah juga menyusun dan menerapkan terms and conditions yang tepat. Dengan demikian, dapat meminimalkan potensi kerugian, serta mendorong kesadaran bersama antara peserta dan pengelola dalam menjaga objek pertanggungan.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Penyaluran Dana Rp 600 Miliar, Tiga Petinggi Fintech KoinWorks Ditahan
Sementara itu, Jasindo Syariah juga mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan angka klaim pada tahun ini. Dia bilang salah satunya kondisi cuaca ekstrem turut menjadi perhatian perusahaan.
"Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 2026 diperkirakan menjadi puncak musim kemarau. Dengan demikian, meningkatkan risiko kebakaran, khususnya pada objek pertanggungan seperti perkebunan," ucapnya.
Wahyudi menerangkan rencana kebijakan pemerintah terkait penerapan pajak normal pada kendaraan listrik, yang berpotensi memicu peningkatan moral hazard dari pemilik kendaraan. Ditambah, kenaikan harga bahan baku yang dapat meningkatkan biaya produksi secara umum, sehingga dalam skala tertentu berpotensi mendorong peningkatan moral hazard.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi perusahaan, Jasindo Syariah membukukan penurunan beban klaim sebesar 42,18% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 12,42 miliar per Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













