kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jasindo Syariah Perketat Klaim, Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Utama


Kamis, 07 Mei 2026 / 17:07 WIB
Jasindo Syariah Perketat Klaim, Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Utama
ILUSTRASI. Waspada Potensi Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasindo Syariah menerapkan sejumlah upaya guna menjaga angka klaim tetap terkendali. Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah Wahyudi mengatakan perusahaan akan terus memperkuat mitigasi risiko secara menyeluruh pada setiap lini bisnis. 

"Selain itu, menerapkan selektivitas yang lebih ketat dalam akuisisi bisnis guna menjaga kualitas portofolio," katanya kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).

Wahyudi menerangkan Jasindo Syariah juga menyusun dan menerapkan terms and conditions yang tepat. Dengan demikian, dapat meminimalkan potensi kerugian, serta mendorong kesadaran bersama antara peserta dan pengelola dalam menjaga objek pertanggungan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Penyaluran Dana Rp 600 Miliar, Tiga Petinggi Fintech KoinWorks Ditahan

Sementara itu, Jasindo Syariah juga mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan angka klaim pada tahun ini. Dia bilang salah satunya kondisi cuaca ekstrem turut menjadi perhatian perusahaan.

"Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 2026 diperkirakan menjadi puncak musim kemarau. Dengan demikian, meningkatkan risiko kebakaran, khususnya pada objek pertanggungan seperti perkebunan," ucapnya.

Wahyudi menerangkan rencana kebijakan pemerintah terkait penerapan pajak normal pada kendaraan listrik, yang berpotensi memicu peningkatan moral hazard dari pemilik kendaraan. Ditambah, kenaikan harga bahan baku yang dapat meningkatkan biaya produksi secara umum, sehingga dalam skala tertentu berpotensi mendorong peningkatan moral hazard. 

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi perusahaan, Jasindo Syariah membukukan penurunan beban klaim sebesar 42,18% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 12,42 miliar per Februari 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×