kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Jauhi NPL, PermataBank jaga porsi kredit valas 20%


Jumat, 14 Agustus 2015 / 22:11 WIB


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Langkah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengerem kredit valuta asing (valas) rupanya juga di ikuti oleh PT Bank Permata (PermataBank) Tbk.

Direktur Utama PermataBank, Roy Arman Arfandy mengungkapkan, pertumbuhan kredit valas di bank dengan kode emiten BNLI akan rendah tahun ini.

Sepanjang tahun 2015 ini, perseroan hanya menargetkan porsi kredit valas sebesar 20%-23% dari total kredit yang disalurkan oleh PermataBank. Roy bilang, dampak pelemahan rupiah akan sangat banyak dirasakan oleh nasabah atau debitur dengan status usaha sebagai importir.

"NPL tidak terlalu terpengaruh oleh depresiasi rupiah terhadap nilai tukar mata uang lainnya, karena dirasa cukup merata di berbagai sektor industri," ucap Roy kepada KONTAN, Jumat (14/8).

Oleh sebab itu, kata Roy, praktik lindung nilai alias hedging, merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh perseroan kepada nasabah, untuk mengurangi dampak risiko kurs.

Seperti diketahui, pelemahan rupiah yang cukup dalam ini berpotensi meningkatkan rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) kredit valas perbankan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×