kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Jauhi NPL, PermataBank jaga porsi kredit valas 20%


Jumat, 14 Agustus 2015 / 22:11 WIB
Jauhi NPL, PermataBank jaga porsi kredit valas 20%


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Langkah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengerem kredit valuta asing (valas) rupanya juga di ikuti oleh PT Bank Permata (PermataBank) Tbk.

Direktur Utama PermataBank, Roy Arman Arfandy mengungkapkan, pertumbuhan kredit valas di bank dengan kode emiten BNLI akan rendah tahun ini.

Sepanjang tahun 2015 ini, perseroan hanya menargetkan porsi kredit valas sebesar 20%-23% dari total kredit yang disalurkan oleh PermataBank. Roy bilang, dampak pelemahan rupiah akan sangat banyak dirasakan oleh nasabah atau debitur dengan status usaha sebagai importir.

"NPL tidak terlalu terpengaruh oleh depresiasi rupiah terhadap nilai tukar mata uang lainnya, karena dirasa cukup merata di berbagai sektor industri," ucap Roy kepada KONTAN, Jumat (14/8).

Oleh sebab itu, kata Roy, praktik lindung nilai alias hedging, merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh perseroan kepada nasabah, untuk mengurangi dampak risiko kurs.

Seperti diketahui, pelemahan rupiah yang cukup dalam ini berpotensi meningkatkan rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) kredit valas perbankan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×