kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Jejak Bakti BCA: Cetak Individu Unggul hingga Pemberdayaan Komunitas


Jumat, 28 Agustus 2026 / 15:30 WIB
Jejak Bakti BCA: Cetak Individu Unggul hingga Pemberdayaan Komunitas
ILUSTRASI. Kontan - BCA Kilas Online (Dok. KONTAN/Harris Hadinata)


Reporter: Nur Cholis | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperluas komitmen pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa Bakti BCA yang sudah familiar untuk mahasiswa, program creating shared value (CSV) di bawah payung Bakti BCA turut membangun ekosistem pemberdayaan terintegrasi yang menyentuh penguatan kapasitas bisnis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satunya, BCA menginisiasi program Genera-Z Berbakti sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasan pemberdayaan masyarakat di desa wisata binaan. Tahun ini, tim terpilih dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Airlangga (UNAIR) terjun ke lapangan.

Sebelum berangkat ke desa tujuan, pemenang Genera-Z Berbakti 2026 mengikuti bootcamp untuk mendapatkan pembekalan seperti pemetaan kebutuhan masyarakat, perencanaan program, team building, pengolahan data, hingga pengetahuan tentang health, safety, and environment.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berujar, pengabdian ini diharapkan menjadi bekal penting bagi masa depan mahasiswa untuk memberi kontribusi nyata bersama masyarakat.

“Harapannya, pengabdian ini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk masa depannya, dan masyarakat agar semakin berdaya dan tangguh," ujar Hera.

Pengembangan kapasitas SDM ini juga meluas ke sektor sosial dan ekonomi daerah secara praktis. Di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, BCA menggelar workshop gastronomi bagi sembilan pengelola Desa Wisata binaan Bakti BCA. Para pengelola Desa Wisata diajak berkunjung dan melakukan studi partisipatif ke Dapur Tara yang mengunggulkan kuliner lokal dengan segmen pasar wisatawan mancanegara. Langkah ini secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan standar penyajian hidangan lokal agar memiliki daya tarik lebih di mata wisatawan.

Hera menilai kuliner lokal sebagai potensi penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, materi pembekalan dan strategi bisnis sangat krusial untuk menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat desa dalam menyajikan cita rasa khas daerahnya dengan standar yang lebih baik.

Program tersebut memiliki tiga pilar utama agar desa binaan Bakti BCA turut kompetitif dan mampu memutar roda ekonomi secara mandiri. Pertama, Usaha Berbasis Kemasyarakatan, Melalui pilar tersebut, BCA memastikan usaha desa Bakti BCA dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal di masing-masing daerah.

Kemudian, Peningkatan Kapasitas. BCA memberikan pelatihan berkala untuk penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan tata kelola usaha desa. Terakhir, Akses Pasar. BCA memberikan dukungan promosi dan perluasan akses pasar melalui berbagai saluran ekosistem BCA serta misi penjualan.

“Kami percaya bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa. Karena itu, setiap program dirancang untuk saling terhubung dan mendukung pengembangan potensi lokal secara menyeluruh,” tambah Hera.

Di ranah pemberdayaan sektor riil, BCA memberikan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM melalui Workshop Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha yang terbaru dilakukan di  KCU Tanjung Priok dengan melibatkan 100 pelaku usaha makanan dan minuman. BCA tidak sekadar memfasilitasi proses sertifikasi halal, tetapi turut membekali peserta dengan keterampilan bisnis dasar agar usaha mereka bisa beranjak naik kelas.

Sejak 2023, BCA sukses memfasilitasi penerbitan sekitar 5.000 sertifikat halal bagi para pelaku UMKM di 40 provinsi melalui workshop sertifikasi halal dan pelatihan usaha.

Upaya membangun ketangguhan SDM juga diwujudkan dengan merangkul pelaku industri kreatif dan pengusaha muda. Melalui pameran Kawan Nusantara 2026, BCA berkolaborasi dengan jenama TULOLA untuk memberdayakan kreator lokal yakni perajin perhiasan perak dari Desa Wisata Taro di Bali. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan mengembangkan kelestarian warisan budaya. Pada saat bersamaan, BCA turut memperkuat ekosistem pebisnis muda lewat penyelenggaraan BCA Young Community (BYC) Fest serta peluncuran pembaruan aplikasi komunitas.

Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih menegaskan komitmen perseroan dalam mendampingi generasi muda menghadapi dinamika lanskap bisnis. Melalui optimalisasi wadah komunitas, BCA menargetkan lahirnya pengusaha muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi roda perekonomian nasional.

“Tanpa kolaborasi, bisnis akan sulit beradaptasi apalagi tumbuh. Apabila mengabaikan teknologi, pelaku usaha tidak akan pergi ke mana-mana dan perlahan tergerus pergerakan zaman,” ungkap John.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×