kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.016   -33,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Jelang tutup tahun, konsolidasi perbankan makin ramai


Minggu, 20 Desember 2020 / 16:44 WIB
Jelang tutup tahun, konsolidasi perbankan makin ramai
ILUSTRASI. Kolaborasi Pembiayaan Digital, Akulaku Finance dan Bank Jago Jalin Kerja Sama Channeling


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Noverius Laoli

Lalu di akhir tahun ini, anak usaha milik PT Bank Bukopin Tbk yakni PT Bank Syariah Bukopin (BSB) juga akan melakukan konsolidasi. Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono menyebut, pihaknya akan menyuntikkan modal ke anak usahanya hingga modal inti sebesar Rp 1 triliun.

"Kemungkinan besar tahun ini, total modalnya akan menjadi Rp 1 triliun," kata Rivan (16/12). Sebagai informasi saja, merujuk laporan keuangan BSB hingga September 2020 perseroan memang baru memiliki modal inti sebesar Rp 706,82 miliar.

Memakai asumsi tersebut, artinya di tahun ini BSB bakal mendapat injeksi dana sebesar Rp 300 miliar. Rivan sebelumnya menjelaskan, tambahan modal itu akan dilakukan tanpa skema penerbitan saham anyar alias private placement.

Dananya juga akan berasal dari kocek Bank Bukopin selaku pemegang saham pengendali BSB. Rivan juga melanjutkan, tambahan modal itu telah mendapatkan restu dari pemegang saham Bukopin yakni KB Kookmin Bank.

Selanjutnya: Gelontorkan investasi Rp 2,25 triliun, Gojek menggenggam 22% saham Bank Jago

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×