Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) mengungkapkan sejumlah kendala dalam memenuhi ketentuan minimum saham publik atau free float sebesar 15%.
Selain kondisi pasar modal yang fluktuatif, perseroan juga menghadapi risiko dilusi ketika melakukan penambahan modal untuk memenuhi ketentuan permodalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dikutip dari keterbukan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (16/9), Bank JTrust menyebutkan porsi free float perseroan telah meningkat menjadi 13,74% per akhir Agustus 2026. Namun, angka tersebut masih di bawah batas minimum yang dipersyaratkan Bursa.
Bank JTrust masih perlu meningkatkan porsi saham publik sekitar 1,26 poin persentase untuk mencapai batas minimum 15%.
Baca Juga: Bank JTrust Indonesia (BCIC) Kejar Free Float 15%, Bidik Investor Strategis
Manajemen Bank JTrust menjelaskan, sentimen makroekonomi dan kondisi pasar modal yang berfluktuasi membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see terhadap sektor perbankan. Situasi ini membuat perseroan harus lebih berhati-hati dalam menentukan momentum dan valuasi pelepasan saham kepada investor.
"Aksi pelepasan saham perlu dilakukan ketika pasar memiliki daya serap yang memadai. Jika tidak, transaksi tersebut berpotensi menekan harga saham dan merugikan pemegang saham publik yang telah ada," ungkap Manajemen.
Selain dinamika pasar, Bank JTrust juga menyoroti risiko dilusi free float ketika pemegang saham utama melakukan injeksi modal untuk memenuhi ketentuan modal minimum OJK.
Baca Juga: Tiga Direksi Bank JTrust Borong Saham Perusahaan, Segini Harganya
Perseroan menyebutkan, kondisi serupa pernah terjadi pada 2022 ketika Bank JTrust memenuhi ketentuan modal minimum Rp3 triliun. Saat itu, pemegang saham utama melakukan setoran modal dalam jumlah besar melalui Dana Setoran Modal. Namun, pemegang saham publik tidak seluruhnya dapat mengikuti aksi HMETD sehingga porsi kepemilikan saham publik mengalami dilusi.
Bank JTrust kini berupaya meningkatkan free float melalui komunikasi dengan pelaku pasar dan calon investor strategis. Perseroan juga mempertimbangkan opsi masuknya investor strategis, baik secara langsung maupun melalui aksi HMETD.
Selain itu, skenario pemenuhan free float akan diintegrasikan ke dalam Rencana Bisnis Bank 2027–2029. Bank JTrust juga meminta fleksibilitas waktu transisi dari BEI agar pemenuhan ketentuan pasar modal dapat berjalan seiring dengan kewajiban menjaga stabilitas dan kesehatan permodalan bank.
Baca Juga: Bank JTrust Dorong Pertumbuhan Secara Prudent
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












