kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Juni 2018, ada 64 fintech lending terdaftar di OJK


Rabu, 04 Juli 2018 / 19:23 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Fintech


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga pertengahan tahun ini, sudah terdapat 64 perusahaan financial technology (fintech) berbasis pinjam-meminjam atau peer to peer lending yang resmi terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Merujuk data terbaru di laman OJK, ada 63 yang resmi terdaftar dan satu perusahaan yang telah mengantongi izin dari regulator yakni PT Pasar Dana Pinjaman dengan nama platform Danamas. Adapun sebelumnya Danamas mendapatkan surat terdaftar dari OJK pada 6 Juli 2017 lalu.

Sementara, sampai Juni 2018 ini, perusahaan yang resmi terdaftar kembali kedatangan pemain fintech lending yang menjalankan bisnis syariah, yakni PT Dana Syariah Indonesia dengan nama platform Danasyariah. Adapun Danasyariah mendapatkan lisensi dari OJK pada 8 Juni 2018.

Sebelumnya, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi memproyeksi akan ada 164 perusahaan fintech lending yang sudah terdaftar di OJK sampai akhir tahun 2018.

Ia selaku regulator juga meyakini bisnis fintech lending ke depan akan terus tumbuh mekar terutama mendorong pelaku untuk lebih menyasar ke pelosok-pelosok.

"Masyarakat yang berada di daerah pelosok bisa mengenal fintech lending dan akan turut meningkatkan inklusi keuangan nantinya," tukas Hendrikus, beberapa pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×