kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kartu kredit berkurang 800.000 keping, ada apa?


Kamis, 31 Agustus 2017 / 16:38 WIB

Kartu kredit berkurang 800.000 keping, ada apa?


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat dalam tiga bulan terakhir, jumlah kartu kredit di industri perbankan berkurang sebanyak 806.180 keping. Hal ini bisa dilihat dari data BI sampai Juli 2017. Sampai Juli 2017 jumlah kartu kredit beredar di Indonesia sebanyak 16,8 juta kartu.

Jumlah kartu kredit sebagai gambaran dalam lima tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Namun pada April 2017 sampai Juli 2017 tercatat sedikit anomali di mana jumlah kartu kredit mengalami penurunan.


Sebagai gambaran, pada April 2017 jumlah kartu kredit sebesar 17,6 juta kartu. Agus Martowardojo, Gubernur BI bilang penurunan ini disebabkan karena ada kebijakan regulator yang tidak memperkenankan masyarakat mempunyai kartu kredit dalam jumlah tertentu.

"Kami punya program tidak memperkenankan masyarakat mempunyai kartu kredit dalam jumlah tertentu," ujar Agus ketika ditemui di BEI, Kamis (31/8).

Lani Darmawan, Direktur Ritel Bank CIMB Niaga bilang penurunan jumlah kartu kredit secara industri disebabkan karena aturan kepemilian maksimal kartu kredit dari dua penerbit.

"Sehingga nasabah kartu kredit harus memilih kartu kredit mana yang dipehang dan menutup kelebihan kartu kreditnya," ujar Lani kepada KONTAN, Kamis (31/8).

Sumber KONTAN bilang penurunan jumlah kartu kredit ini disebabkan karena ada beberapa bank yang terlalu banyak mencetak kartu kredit. "Akibatnya setelah beberapa lama kartu tersebut macet sehingga harus dilakukan hapus buku," ujar sumber KONTAN, Kamis (31/8).

Jenny Wiriyanto, Direktur Wholesale Banking Maybank Indonesia mengakui secara industri bank mulai selektif dalam memilih nasabah untuk diakuisisi. "Ini untuk menjaga kualitas kredit dari calon nasabah," ujar Jenny kepada KONTAN.

Agus Marto bilang secara NPL kartu kredit masih dalam jumlah yang wajar. Sampai Juli 2017 nilai transaksi elektronik perbankan masih naik 16.67% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 25,15 triliun.


Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×