kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

KB Bank Yakin Kredit Perdagangan dan Industri Pengolahan Tumbuh di 2026


Jumat, 30 Januari 2026 / 15:26 WIB
Diperbarui Jumat, 30 Januari 2026 / 18:13 WIB
KB Bank Yakin Kredit Perdagangan dan Industri Pengolahan Tumbuh di 2026
ILUSTRASI. KB Bukopin - kontan kilas online (KB BANK/KILAS)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) menegaskan sektor perdagangan dan industri pengolahan masih menjadi salah satu fokus utama penyaluran kredit pada awal 2026. Langkah ini sejalan dengan hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan kedua sektor tersebut tetap menjadi prioritas perbankan pada kuartal I-2026.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengatakan penetapan fokus sektor kredit dilakukan dengan mempertimbangkan kombinasi antara permintaan pasar, profil risiko, serta strategi bisnis jangka menengah.

“Permintaan pembiayaan di sektor perdagangan dan industri pengolahan saat ini masih cukup solid, terutama untuk kebutuhan modal kerja yang berkaitan langsung dengan aktivitas distribusi, produksi, dan rantai pasok,” ujar Kunardy kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: OJK: Kredit Industri Pengolahan & Perdagangan Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Perbankan

Kunardy menambahkan, kedua sektor tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan layanan transaksi perbankan seperti trade finance, cash management, dan supply chain financing. Dengan demikian, pembiayaan pada sektor ini tidak hanya mendorong pertumbuhan kredit, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.

Dari sisi risiko, Kunardy menilai sektor perdagangan dan industri pengolahan secara umum memiliki profil risiko yang relatif lebih terukur, khususnya bagi debitur yang memiliki arus kas operasional yang jelas dan hubungan usaha yang berkelanjutan. Meski begitu, KB Bank tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

“Bank tetap melakukan secara selektif, penetapan limit berbasis cash flow, serta monitoring yang disiplin agar pertumbuhan kredit tetap sejalan dengan risk appetite Bank,” jelasnya.

Hingga saat ini, realisasi kredit KB Bank di sektor perdagangan dan industri pengolahan menunjukkan perkembangan yang positif. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pembiayaan kepada nasabah eksisting serta aktivitas usaha yang bersifat berulang.

Kualitas kredit pada kedua sektor tersebut juga dilaporkan tetap terjaga, dengan indikator risiko yang relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan tekanan yang signifikan.

Sepanjang 2026, KB Bank menargetkan pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas dengan tetap memprioritaskan sektor-sektor yang mampu memberikan keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan risiko.

Baca Juga: OJK Pastikan Tidak Ada Intervensi Terkait Pengunduran Diri Dirut BEI

Adapun strategi utama yang dijalankan antara lain pendalaman hubungan dengan nasabah eksisting melalui pendekatan relationship-based banking, penguatan pembiayaan berbasis rantai pasok (supply chain financing), optimalisasi produk transaksi dan pembiayaan perdagangan, serta peningkatan kapabilitas relationship manager dan proses penilaian risiko.

Selanjutnya: Dibayangi Sentimen The Fed, Pasar Aset Kripto Masih Diwarnai Volatilitas Tinggi

Menarik Dibaca: Bitcoin cs Tiarap karena Sikap The Fed, Investor Disarankan Lakukan Ini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×