kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

OJK: Kredit Industri Pengolahan & Perdagangan Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Perbankan


Jumat, 30 Januari 2026 / 15:21 WIB
OJK: Kredit Industri Pengolahan & Perdagangan Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Perbankan
ILUSTRASI. Kredit industri pengolahan dan perdagangan jadi penggerak pertumbuhan kredit bank


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor industri pengolahan dan perdagangan masih menjadi dua sektor ekonomi terbesar penerima kredit perbankan nasional. Kondisi ini mencerminkan tingginya aktivitas usaha di kedua sektor tersebut, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa kedua sektor tersebut menjadi prioritas utama perbankan dalam penyaluran kredit, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap total kredit industri perbankan.

“Bagi perbankan, kedua sektor tersebut tentu menjadi prioritas utama dalam penyaluran kredit dan pertumbuhannya akan mempengaruhi kredit secara keseluruhan,” ujar Dian kepada KONTAN, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: OK Bank Catat Kredit Perdagangan dan Industri Tumbuh pada Akhir Desember 2025

Per Desember 2025, kredit ke sektor industri pengolahan tercatat memiliki porsi sebesar 15,08% dari total kredit industri perbankan. Sementara itu, kredit ke sektor perdagangan menyumbang sekitar 14,50% dari total kredit perbankan.

Dari sisi pertumbuhan, kredit ke sektor industri pengolahan tumbuh positif sebesar 5,94% secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025. Adapun kredit ke sektor perdagangan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,88% (yoy) pada periode yang sama.

Dian menambahkan, risiko kredit pada kedua sektor tersebut masih berada pada level yang terkendali, dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang terjaga di bawah ambang batas 5%.

Ke depan, OJK memperkirakan kredit ke sektor industri pengolahan dan perdagangan masih akan melanjutkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Hal ini sejalan dengan membaiknya aktivitas sektor manufaktur, tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang telah berada di zona ekspansi selama lima bulan terakhir.

Selain itu, semakin matang dan pesatnya perkembangan digital diyakini turut menjadi pendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan.

Ditambah lagi, berbagai stimulus pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan dan menjaga daya beli masyarakat diharapkan memberikan dampak positif bagi kinerja kedua sektor ekonomi tersebut.

Selanjutnya: Danantara Sebut 30% Market di Bursa dari BUMN, Rosan Minta BEI Lebih Transparan

Menarik Dibaca: Promo Cokelat Valentine di Hypermart sampai 5 Februari 2026, Ada Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×