kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kelola EDC, Mandiri gandeng perusahaan Korsel


Senin, 16 November 2015 / 20:00 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: A.Herry Prasetyo

JAKARTA. Bank Mandiri berencana mendirikan perusahaan patungan alias joint venture di bidang acquiring aggregator. Rencananya, bank pelat merah ini akan menggandeng perusahaan asal Korea Selatan.

Perusahaan patungan dengan perusahaan asal Korea Selata ini ini nantinya akan mengelola platform terbuka electronic data capture (EDC). Emiten dengan kode saham BMRI ini menargetkan, perusaan patungan tersebut bakal terbentuk pada kuartal I 2016.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan, Bank Mandiri saat ini menggunakan jasa perusahaan perusahaan outsourcing untuk mengelola EDC. Dengan membentuk perusahaan patungan ini, pengelolaan EDC Bank Mandiri akan lebih optimal dan efisien. Selain itu, menurut pria yang akrab disapa Tiko ini, Bank Mandiri bisa menawarkan layanan platform terbuka EDC ini ke bank lain seperti bank BUMN maupun bank lain yang belum memiliki sistem pembayaran sendiri. “Kami akan mengarahkan EDC yang dikelola perusahana patungan ini menjadi open platform agar bisa ditawarkan kepada bank lain,” kata Tiko, Senin, (16/11).

Sayang, Tiko enggan menginformasikan penambahan pendapatan berbasis komisi alias fee based income dengan adanya pembentukan perusahaan patungan tersebut. Yang jelas, joint venture ini nantinya akan memberikan tambahan pendapatan bagi Bank Mandiri.

Tiko juga enggak membeberkan jumlah investasi untuk membentuk perusahaan ini. Ia juga enggan buka-bukaan mengenai perusahaan asal Korea Selatan yang akan diajak kerjasama. Yang jelas, Tiko mengatakan, alasan menggandeng perusahaan Korea Selatan lantaran Negeri Ginseng tersebut sudah menerapkan national payment gateway (NPG) yang dikelola oleh perusahaan lokal. “Di sana tidak ada Visa ataupun Master.  Semua switching, interbank, EDC, dan internal elektronic paymet gateway dikelola oleh perusahaan lokal,” ujar Tiko.

Selain bisa menambah pendapatan, Tiko mengatakan, efisiensi dalam sistem pembayaran berkat kehadiran perusahaan patungan ini diharapkan bisa menekan belanja modal teknologi informasi Bak Mandiri. Dengan adanya perusahaan patungan, Bank Mandiri berharap tidak akan banyak merogoh kocek untuk membabayar biaya operasional. Sebagai informasi, Bank Mandiri menargetkan mempunyai 1 juta mesin EDC sampai 5 tahun ke depan. Saat ini, Mandiri mempunyai mesin EDC sebanyak 220.000 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×