kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.690   22,00   0,12%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Kemanapun uang Indosurya mengalir, PPATK akan mengejarnya..


Jumat, 12 Juni 2020 / 01:17 WIB
ILUSTRASI. Penutupan operasional kantor Indosurya Koperasi Simpan Pinjam terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) terkait penanggulan penyebaran Covid-19 BSD Tangerang, Selasa (28/4). Gagal bayar yang terjadi Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipt


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus menelusuri aliran dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta.

Kepala PPATK Dian Ediana Rae bilang, pihaknya akan telusuri kemanapun aliran uang (follow the money) koperasi, bahkan sampai ke luar negeri. "Pada prinsipnya, kerja kami kan follow the money, tergantung kerumitan transaksi," kata Dian, Kamis (11/6).

Walaupun, kata dia, pemeriksaan transaksi di luar negeri akan memakan waktu lebih lama. Sebab, harus menunggu respon dari lembaga intelijen di sektor keuangan dari negara tersebut.

Baca Juga: Nasabah minta Indosurya bayar uang muka dan cicilan paling lama lima tahun

Namun ia tidak bisa memastikan kapan penelusuran dan pemeriksaan dana Indosurya rampung karena bergantung kerumitan dalam mengindentifikasi transaksi.

Sebelumnya, PPATK juga sudah menyerahkan hasil pemeriksaan tahap pertama ke Bareskrim. Terkait detil hasil pemeriksaan, Dian menyerahkan selurunya ke kepolisian untuk menjelaskan.

Kepolisian masih melakukan penyidikan dan pengembangan khususnya melacak dugaan aset yang dimiliki kedua tersangka hingga ke luar negeri.




TERBARU

[X]
×