kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kementerian BUMN: Bail out opsi terakhir penyelamatan Jiwasraya


Selasa, 25 Februari 2020 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Bailout maupun penyertaan modal negara (PMN) tidak menjadi prioritas dalam penyelamatan Jiwasraya.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

Dalam laporan Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR dengan Jiwasraya, Rabu (19/2), terungkap hasil investasi Jiwasraya minus Rp 10,73 triliun. Lebih besar dari hasil investasi Jiwasraya tahun 2018 yang minus Rp 2,79 triliun.

Nahasnya jumlah kewajiban Jiwasraya tidak sebanding dengan aset yang dimiliki. Pada 2019, jumlah liabilitas Jiwasraya mencapai Rp 50,85 triliun, sedangkan jumlah aset sebesar Rp 22,07 triliun.

Baca Juga: Kejagung undang 23 bank untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi Jiwasraya

Lebih parahnya lagi, ekuitas atau modal Jiwasraya minus Rp 28,77 triliun pada tahun lalu.

Meski demikian, Jiwasraya masih mempunyai total 4,56 juta nasabah baik dari bisnis ritel, korporasi maupun digital insurance.

Jika dirinci bisnis ritel terdapat 348.582 peserta, bisnis korporasi 4,21 juta peserta dan digital insurance 2.675 peserta.

Baca Juga: Hanson International (MYRX) bakal minta kembali sertifikat tanah yang disita Kejagung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×