kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Kementerian Koperasi Ajak China Jadi Suplier Alat Tani di Ekosistem Kopdes


Jumat, 09 Januari 2026 / 20:02 WIB
Kementerian Koperasi Ajak China Jadi Suplier Alat Tani di Ekosistem Kopdes
ILUSTRASI. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (DOK/Kemenko)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dengan menggandeng mitra internasional.

Terbaru, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak, China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) untuk menjadi pemasok peralatan produksi pertanian bagi petani di Indonesia.

Langkah ini ditempuh guna mempercepat peningkatan produktivitas pangan di tingkat desa.

Baca Juga: OJK Terbitkan POJK Nomor 35 Tahun 2025, Perkenankan Uang Muka Kendaraan hingga 0%

Ferry menilai kolaborasi antara Kemenkop, CCPIT in Indonesia, dan Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) penting untuk mengakselerasi operasionalisasi Kopdes Merah Putih secara masif.

“Saya meyakini kolaborasi seperti ini akan memperkuat ekosistem bisnis yang sedang kita bangun bagi Kopdes Merah Putih,” ujar Ferry usai menerima audiensi Representatif CCPIT in Indonesia Li Feng dan Ketua Induk KUD Portasius Nggedi di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Menurut Ferry, CCPIT sebagai organisasi perdagangan terbesar di China memiliki kapasitas besar untuk mendukung pengembangan koperasi yang berkelanjutan.

Dengan dukungan peralatan produksi yang memadai, sektor pertanian desa diharapkan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: AXA Mandiri Proyeksikan Premi Endowment Tumbuh pada Tahun 2026

Ia juga secara khusus meminta Kopdes Merah Putih menjadikan sektor pertanian sebagai unit usaha utama. Pasalnya, masih banyak potensi sumber daya alam desa yang belum tergarap optimal akibat keterbatasan alat dan teknologi.

“Jika potensi tersebut dikelola secara kolektif, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh anggota koperasi, tetapi juga masyarakat desa secara luas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, keterlibatan koperasi dalam pengelolaan pertanian secara bersama diyakini akan menciptakan multiplier effect, mulai dari penguatan pasokan pangan, pembukaan lapangan kerja, hingga penguatan rantai ekonomi lokal di pedesaan.

Ferry juga menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidak boleh menjalankan model usaha yang seragam.

Baca Juga: OJK Tuntaskan 176 Perkara Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Hingga Akhir 2025

Setiap koperasi harus diarahkan mengelola potensi spesifik daerah masing-masing agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

“Kopdes Merah Putih harus berbasis pada keunggulan lokal tiap daerah, bukan sekadar menjalankan usaha yang sama di semua wilayah,” pungkasnya.

Selanjutnya: Proyeksi Kredit Macet Pinjol 2026: Membaik Asal Tak Ada Kejadian Luar Biasa

Menarik Dibaca: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×