kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kenaikan BI Rate Belum Langsung Dorong Bunga Kredit, Bank Pilih Naikkan Bertahap


Minggu, 24 Mei 2026 / 19:37 WIB
Kenaikan BI Rate Belum Langsung Dorong Bunga Kredit, Bank Pilih Naikkan Bertahap
ILUSTRASI. Pengaruh Kenaikan Suku Bunga Acuan BI ke Bunga KPR Perbankan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

Permintaan Kredit Masih Lemah

Chief Economist Bank Central Asia David Sumual berpendapat transmisi BI Rate ke bunga kredit umumnya berlangsung bertahap dan membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Menurut David, lemahnya permintaan kredit saat ini lebih dipengaruhi kondisi permintaan domestik yang belum pulih ketimbang faktor bunga tinggi semata.

Hal itu tercermin dari besarnya angka undisbursed loan atau kredit yang sudah disetujui tetapi belum ditarik debitur yang masih mencapai sekitar Rp 2.500 triliun atau setara 23% dari total kredit perbankan.

“Artinya dunia usaha sebenarnya sudah memiliki plafon kredit, tetapi belum berani ekspansi karena permintaan pasar masih lemah,” ujarnya.

Baca Juga: Prudential Bentuk Dewan Penasihat Medis untuk Perkuat Review Klaim Kesehatan

KB Bank Naikkan Bunga Secara Selektif

Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, perseroan akan melakukan penyesuaian bunga kredit dan deposito secara bertahap serta selektif.

Menurutnya, penyesuaian tetap mempertimbangkan profil risiko debitur, daya saing pasar, dan prinsip kehati-hatian.

“Secara umum, ruang penyesuaian suku bunga berada pada kisaran 10 basis poin hingga 15 basis poin,” katanya.

KB Bank juga berupaya menekan dampak kenaikan suku bunga terhadap cost of fund dengan memperkuat dana murah atau CASA.

Kunardy menyebut, kenaikan suku bunga acuan akan berdampak pada pertumbuhan kredit, terutama segmen wholesale atau korporasi yang menggunakan Compounded IndONIA sebagai reference rate.

“Kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan biaya pendanaan debitur sehingga dapat memengaruhi appetite ekspansi,” ujarnya.

Hingga kuartal I-2026, kredit KB Bank tercatat mencapai Rp 43,19 triliun atau tumbuh 2,61% YoY. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 10%–11%.

Baca Juga: OJK Catat 59,03 Juta Rekening Tabungan Pelajar pada Kuartal I-2026

Allo Bank dan BCA Pilih Pendekatan Terukur

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, pihaknya belum melihat kebutuhan menaikkan bunga kredit maupun deposito secara agresif dalam jangka pendek.

“Kami memilih pendekatan yang lebih terukur karena kondisi likuiditas industri masih relatif memadai,” katanya.

Ia menambahkan bunga kredit digital sangat dipengaruhi profil risiko nasabah dan skema risk based pricing sehingga penyesuaiannya tidak bisa disamaratakan.

Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Bank Central Asia Hera F. Haryn mengatakan, kenaikan BI Rate tidak otomatis membuat BCA langsung menaikkan bunga kredit.

“BCA senantiasa melakukan penyesuaian suku bunga dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan likuiditas bank,” ujar Hera.

Pada kuartal I-2026, kredit BCA tumbuh 5,6% YoY menjadi Rp 994 triliun. Sepanjang tahun ini, BCA tetap membidik pertumbuhan kredit di kisaran 8%–10% dengan harapan perbaikan ekonomi domestik mampu mendorong permintaan pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×