kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Kenapa Tabungan Kelas Bawah Menurun? Ini Penjelasan OJK


Jumat, 12 September 2025 / 02:55 WIB
Kenapa Tabungan Kelas Bawah Menurun? Ini Penjelasan OJK
ILUSTRASI. OJK) mengungkapkan alasan di balik tren penurunan tabungan masyarakat kelas menengah bawah yang masih berlanjut hingga Juli 2025. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan alasan di balik tren penurunan tabungan masyarakat kelas menengah bawah yang masih berlanjut hingga Juli 2025.

Data OJK mencatat, tabungan rupiah perseorangan di bawah Rp 100 juta justru mengalami peningkatan baik secara bulanan maupun tahunan, masing-masing sebesar 0,67% dan 5,54%. Namun, jika dilihat lebih rinci, tabungan dengan nominal di bawah Rp 10 juta masih mengalami kontraksi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian, menjelaskan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat di bawah Rp 100 juta masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya adalah pergerakan pendapatan masyarakat, siklus konsumsi, dampak kebijakan pemerintah dan bantuan sosial, hingga minat masyarakat untuk berinvestasi.

“Penurunan tabungan pada Juli juga turut dipengaruhi siklus konsumsi pada bulan tersebut, yang bertepatan dengan awal tahun ajaran baru,” jelas Dian dalam jawaban tertulisnya, Kamis (11/9).

Baca Juga: Sesuaikan Kondisi Ekonomi, OJK Sebut Sejumlah Bank Revisi Target Kredit 2025

Ia menambahkan, OJK bersama pemerintah dan otoritas terkait terus memantau perkembangan ini. Bank diminta memperkuat tingkat likuiditas sekaligus menawarkan produk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) serta instrumen investasi yang lebih menarik bagi masyarakat.

Selain itu, perbankan juga diharapkan berperan dalam edukasi literasi keuangan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya menyeimbangkan penghasilan dan pengeluaran, serta kesadaran untuk menabung demi menghadapi kebutuhan mendesak dan menjaga ketahanan finansial.

Tonton: KPK Akan Periksa Deputi BI Filianingsih Terkait Dugaan Dugaan Korupsi CSR BI dan OJK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×