kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ketidakefisienan perbankan bukan satu-satunya penyebab suku bunga tinggi


Jumat, 18 November 2011 / 19:17 WIB
ILUSTRASI. Super Gonnorhoea adalah salah satu dampak infeksi Virus Corona. REUTERS/Heo Ran


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Persoalan ketidakefisienan perbankan dalam negeri yang berimbas pada tingginya tingkat suku bunga bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab industri perbankan.

"Struktur ekonomi kita terlalu bertumpu pada bank. Sektor riil belum bergerak dengan baik. Untuk mengubah itu, pemerintah harus bisa memberikan struktur ekonomi yang lebih kondusif, " ungkap Pengamat Ekonomi Agustinus Prasetyantoko yang ditemui di Kantor KPPU, Jumat (18/11).

Sektor riil juga harus ditingkatkan efisiensinya agar laju inflasi semakin lambat dan rendah. Dengan begitu, suku bunga bisa terdorong turun.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Mirza Adityaswara mengatakan kunci penurunan suku bunga adalah penurunan kredit bermasalah (NPL) dan inflasi.

"Inflasi kalau bisa diturunkan sampai 2% supaya BI rate turun. Ini tugasnya sektor riil dan pemerintah," kata Mirza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×