Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pinjaman daring (pindar) mencatatkan pertumbuhan laba positif pada periode Mei 2026 dengan pertumbuhan sebesar 37,43%.
Di tengah kondisi ini, VP of Public Relation PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Harumi Supit mengungkapkan sejumlah strategi Amartha guna menjaga kinerja bisnis dan mendorong pertumbuhan laba secara berkelanjutan.
Menurutnya, kualitas portofolio pembiayaan adalah fondasi utama untuk menjaga profitabilitas sekaligus memperluas penyaluran pembiayaan.
Baca Juga: Laba Industri Pindar Naik 37,43% per Mei 2026, Kualitas Pembiayaan Masih Jadi Catatan
"Di Amartha, kualitas pembiayaan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujarnya kepada Kontan, Senin (20/7/26).
Sebagai perusahaan yang berfokus pada pembiayaan produktif ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Harumi menyebut bahwa mereka menerapkan tata kelola yang prudent melalui teknologi machine learning dalam proses analisis risiko penyaluran pembiayaan.
Selain itu, Amartha juga memanfaatkan tenaga lapangan yang kini berjumlah kurang lebih 10.000 tenaga ahli untuk melakukan pendampingan langsung kepada nasabah.
Kombinasi strategi ini memungkinkan Amartha untuk terus menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Harumi menambahkan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga kesehatan portofolio di tengah ekspansi pembiayaan yang dilakukan.
Adapun secara akumulatif, hingga kini Amartha telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 47 triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
