CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.252   20,14   0,32%
  • KOMPAS100 826   3,44   0,42%
  • LQ45 631   2,89   0,46%
  • ISSI 215   0,71   0,33%
  • IDX30 356   1,07   0,30%
  • IDXHIDIV20 442   1,69   0,38%
  • IDX80 94   0,27   0,29%
  • IDXV30 118   0,30   0,26%
  • IDXQ30 114   0,49   0,43%

Kinerja Premi Asuransi Umum Melandai Imbas Sektor Korporasi


Senin, 20 Juli 2026 / 17:59 WIB
Kinerja Premi Asuransi Umum Melandai Imbas Sektor Korporasi
ILUSTRASI. OJK Catat Pertumbuhan Premi Asuransi Umum (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja premi industri asuransi umum mengalami perlambatan sepanjang semester I-2026, seiring tekanan yang dihadapi sejumlah lini bisnis korporasi di tengah kondisi makroekonomi global dan domestik yang belum stabil.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan bahwa perlambatan premi di industri asuransi umum ini terutama dipicu oleh penurunan kinerja di sektor korporasi tertentu.

“Pertumbuhan premi tercatat melandai akibat penurunan sektor korporasi tertentu, namun laba industri secara agregat terbantu oleh strategi efisiensi, manajemen klaim yang disiplin, dan perbaikan hasil investasi,” kata Irvan kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: OJK Catat Premi Asuransi Umum Tumbuh 7,41% per Februari 2026

Dari sisi lini usaha, Irvan menyebut pertumbuhan premi asuransi umum masih ditopang oleh tiga lini utama, yakni asuransi harta benda (properti), kendaraan bermotor, dan asuransi kredit.

Ketiga lini ini dinilai relatif stabil dan menjadi kontributor utama pendapatan premi industri pada paruh pertama tahun ini.

Di sisi lain, sejumlah lini usaha justru mencatatkan kontraksi premi, di antaranya asuransi aneka, satelit, dan energi, akibat tantangan ekonomi yang membebani permintaan di segmen tersebut.

Irvan menambahkan, pelambatan premi turut diperparah oleh tekanan klaim pada beberapa lini bisnis, volatilitas pasar keuangan, fluktuasi ekonomi global, serta kewajiban pemenuhan aturan ekuitas minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Industri secara keseluruhan menghadapi lonjakan rasio klaim,” ujarnya.

Menyoal prospek pertumbuhan premi ke depan, Irvan memproyeksikan kinerja premi industri asuransi umum pada semester II-2026 akan tumbuh terbatas dengan tantangan yang cukup berat. 

Baca Juga: Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Terkontraksi, Ini Penjelasan AAUI

Adapun perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global bahkan mendorong Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengkaji ulang target pertumbuhan premi awal yang dipatok pada kisaran 3%-6%. 

Ia menekankan, industri perlu melakukan restrukturisasi portofolio serta memperkuat fundamental permodalan guna menghadapi potensi volatilitas pasar keuangan hingga akhir tahun.

Sebagai informasi, data terakhir OJK yakni per Mei 2026 mencatat pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi masih mengalami kontraksi sebesar 5,03% YoY menjadi Rp 62,76 triliun. 

Baca Juga: OJK Catat Pendapatan Premi Asuransi Umum Naik 18,42 Triliun, Tumbuh 18%

Dari sisi permodalan, industri asuransi umum masih berada dalam kondisi yang kuat. OJK mencatat risk based capital (RBC) asuransi umum dan reasuransi sebesar 319,12%. RBC tersebut masih berada jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×