Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Premi asuransi umum dan reasuransi melesat pada awal 2026. Hal ini tercermin dari pendapatan premi yang mencatatkan pertumbuhan dua digit secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mencatat pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp 18,42 triliun pada Januari 2026. Nilai tersebut tumbuh 17,92% secara tahunan.
“Per Januari 2025, pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp 15,62 triliun,” ujar Ogi dalam paparan RDKB OJK, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Anjlok Dalam Sepekan, BBRI Turun Paling Dalam
Pertumbuhan tersebut menjadi penopang kinerja premi industri asuransi komersial di tengah premi asuransi jiwa yang masih mengalami kontraksi. Hingga Januari 2026, premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 17,97 triliun atau menurun 6,15% secara year on year (yoy).
Secara keseluruhan, pendapatan premi asuransi komersial tercatat sebesar Rp 36,38 triliun pada Januari 2026 atau tumbuh 4,67% yoy. Angka tersebut merupakan akumulasi dari premi asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi.
Dari sisi permodalan, kondisi industri asuransi umum dan reasuransi masih berada dalam level yang kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat risk based capital (RBC) industri asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencapai 323,47%.
“RBC tersebut masih jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120%,” lanjutnya.
Sebagai informasi, OJK juga mencatat total aset industri asuransi komersial mencapai Rp 995,19 triliun per Januari 2026 atau tumbuh 7,48% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













