kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Komposisi dana investasi Danamon 5% dari total DPK


Selasa, 05 Juni 2012 / 09:50 WIB
Komposisi dana investasi Danamon 5% dari total DPK
ILUSTRASI. Intip kurs dollar rupiah di BRI jelang tengah hari ini, Jumat 21 Mei 2021. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Kendati kontribusi terhadap fee based income masih minim, namun PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) tetap mencoba menawarkan produk investasi reksadana kepada nasabah.

"Kontribusi masih relatif kecil. Untuk penjualan rata-rata Rp 100 miliar - Rp 200 miliar per bulan tergantung kondisi pasar," ujar Head of Retail Banking Product Management Bank Danamon Sonny Wahyubrata, Senin (4/6) tanpa menyebut persentase pendapatan dari penjualan reksadana terhadap Bank Danamon.

Ia menambahkan, saat ini komposisi dana investasi nasabah Danamon sekitar 5% dari total dana pihak ketiga (DPK). Kondisi ini merupakan cerminan dari industri keseluruhan.

"Artinya, masih sedikit masyarakat yang berinvestasi," kata Sonny.

Ia menjelaskan, di negara-negara maju, dana investasi nasabah justru memainkan peran yang cukup besar. Namun, di Indonesia, dana deposito atau simpanan biasa masih lebih mendominasi. Dari total DPK industri perbankan yang sekitar Rp 2.600 triliun, dana investasi reksadana hanya sekitar Rp 150 triliun.

Untuk meningkatkan dana investasi dari nasabah, Danamon menggandeng mitra manajer investasi. Yang terbaru, bank yang menjadi incaran akuisisi DBS Group ini menggandeng PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Dengan kerja sama tersebut, Danamon kini memiliki 6 mitra manajer investasi.

Sonny memaparkan dana investasi di Danamon berasal dari nasabah wealth management maupun reguler yang membeli produk investasi. Antara lain, reksadana, saham, Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI).

"Pemasaran reksadana di Danamon masih mengarah pada segmen menengah ke atas, sehingga belum memastikan kapan bisa merambah low mass market," ujar Sonny.

Sekedar catatan, bank-bank lain sudah mulai memperbesar ceruk nasabah investasi reksadana dengan mekanisme memotong dana tabungan secara rutin (installment). Bank-bank tertentu bahkan menawarkan reksadana dengan pembelian minimal Rp 500.000 dan potongan bulanan untuk pembelian rutin minimal Rp 100.000. Sementara itu, di Danamon pembelian reksadana minimal Rp 5 juta. Maklum, yang menjadi sasaran nasabah adalah kelas menengah ke atas.

“Kami sedang mengkaji kemungkinan membuat penawaran installment untuk nasabah. Saat ini belum ada. Mudah-mudahan bisa tersedia sebelum akhir tahun,” jelas Sonny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×