kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Konversi UUS BTPN belum memberi kontribusi besar


Kamis, 08 Mei 2014 / 15:40 WIB
Konversi UUS BTPN belum memberi kontribusi besar
ILUSTRASI. Gedung Putih menyatakan, Amerika Serikat siap membantu China menangani lonjakan infeksi Covid-19 jika Beijing meminta bantuan. REUTERS/Aly Song/Files


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) tidak berharap banyak kontribusi dari hasil konversi dan spin off Unit Usaha Syariah (UUS) setelah mengakuisisi Bank Sahabat Purba Danarta. Meski pertumbuhan syariah lebih cepat, kontribusi terhadap aset BTPN masih sekitar kisaran 3%.

Pada Februari 2014, BTPN telah melaksanakan penyertaan modal senilai Rp 600 miliar di Bank Sahabat. "Saat ini kami tinggal menunggu izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengonversi Bank Sahabat jadi bank syariah yang dilanjutkan dengan spin off unit syariah jadi bank umum syariah," kata Anika Faisal, Direktur Kepatuhan BTPN, Kamis (8/5).

Saat ini UUS BTPN memiliki 8.275 karyawan. Dan selama kuartal I lalu, UUS BTPN menyalurkan kredit mencapai Rp 1,6 triliun, atau tumbuh 161% dari periode yang sama tahun lalu.

Arief Harris, Direktur Keuangan BTPN, menjelaskan hasil konversi Bank Sahabat dan spin off UUS tidak akan memberi kontribusi besar bagi aset BTPN. "Kontribusi BUS ke BTPN masih kecil, walaupun ditambah Bank Sahabat mungkin hanya 3% dari aset," terang Arief.

Hingga Maret, aset BTPN mencapai Rp 67,3 triliun atau tumbuh 8% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 62,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×