kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Kredit BTN Januari Tumbuh 9,3%, Kuartal I Diproyeksi Tumbuh Moderat


Selasa, 03 Maret 2026 / 13:59 WIB
Kredit BTN Januari Tumbuh 9,3%, Kuartal I Diproyeksi Tumbuh Moderat


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperkirakan pertumbuhan penyaluran kreditnya akan tetap positif dan moderat di kuartal-I 2026. Penopang utama akan berasal dari segmen kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dan non-subsidi.

Sekretaris Perusahaan BTN Ramon Armando melihat sinyal positif datang dari momentum awal tahun yang dapat mendorong pertumbuhan kredit.

“Kami melihat momentum awal tahun cukup solid untuk menopang proyeksi kuartal-I 2026. Secara umum, pertumbuhan kredit diperkirakan tetap positif dan moderat,” ujar Ramon kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: Great Eastern General Catat Premi Asuransi Marine Cargo Tumbuh 8,7% Hingga Akhir 2025

Hingga Januari 2026, BTN mencatat pertumbuhan kredit sebesar 9,3% secara tahunan menjadi Rp 341,5 triliun. Ramon optimistis pertumbuhan tersebut dapat terus terjaga dengan segmen KPR sebagai penopang.

“Penopang utama berasal dari segmen KPR subsidi dan non-subsidi sebagai pusat bisnis perseroan, disertai kredit konstruksi dan pembiayaan developer perumahan serta UMKM yang terkait dengan ekosistem properti,” jelasnya.

BTN telah mencatatkan penyaluran 5,97 juta unit kredit perumahan dengan total nilai Rp 555,11 triliun sepanjang 1976 sampai dengan Desember 2025. Ramon menyebut BTN akan terus membuka peluang ekspansi dengan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan tetap berkualitas.

Untuk diketahui, BTN juga masih menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas aset, terutama di segmen KPR non subsidi. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) per akhir Desember 2025 masih di angka 3,1% dengan rasio di segmen KPR non subsidi meningkat dari 3,7% pada 2024 menjadi 5,3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×