kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.153   -21,00   -0,12%
  • IDX 4.858   -46,63   -0,95%
  • KOMPAS100 623   -6,34   -1,01%
  • LQ45 496   -1,55   -0,31%
  • ISSI 161   -2,52   -1,54%
  • IDX30 280   -0,31   -0,11%
  • IDXHIDIV20 378   -0,16   -0,04%
  • IDX80 72   -0,67   -0,93%
  • IDXV30 105   -0,79   -0,75%
  • IDXQ30 94   0,19   0,21%

Kredit ke Kopdes Sentuh Rp 45 Triliun, BNI Pastikan Risiko Terjaga


Rabu, 04 November 2026 / 10:51 WIB
Kredit ke Kopdes Sentuh Rp 45 Triliun, BNI Pastikan Risiko Terjaga
ILUSTRASI. Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) Putrama Wahju Setyawan (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Negara Indonesia (BNI) mencermati keresahan investor atas kredit jumbo ke PT Agrinas Pangan Nusantara, badan usaha milik negara (BUMN) yang menyelenggarakan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Per September 2026, nilai kredit yang disalurkan BNI kepada Agrinas mencapai Rp 45,8 triliun, setara 65% kredit bank di segmen korporasi yang mencapai Rp 70 triliun. 

Meski menjadi salah satu portofolio utama, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyadari kredit untuk KDMP ini memunculkan keresahan investor. 

“Saya memahami banyak investor menyampaikan kekhawatiran terkait program ini pada kuartal lalu. Kekhawatiran tersebut terutama menyangkut risiko kredit dan kepastian pembayaran dari pemerintah,” ujarnya dalam pertemuan analis pekan lalu. 

Baca Juga: BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Rp 921,6 Miliar kepada 507.000 Penerima

Namun begitu, ia memastikan bahwa segala risiko terkait kredit ini dikelola dengan baik. Pun, Putrama bilang struktur kredit ke Agrinas telah disusun secara tepat. 

Sebagai update, ia mengungkapkan bahwa BNI telah menerima pembayaran angsuran pertama untuk kredit ke Agrinas pada September 2026. 

Meski tak merincikan nilai pembayaran yang diterima, menurutnya ketepatan waktu pembayaran ini menjadi gambaran bahwa program KDMP berjalan dengan baik dan risikonya tetap terkendali. 

Putrama bilang pada dasarnya segmen korporasi sebagai bisnis inti bank memang menjadi motor utama pertumbuhan kredit BNI. Dalam periode ini, total kredit yang disalurkan BNI tumbuh 22,2% secara tahunan menjadi Rp 992,5 triliun. 

Hasil itu turut meningkatkan pangsa pasar BNI. Sebagai gambaran, pada Agustus 2026 pangsa pasar BNI mencapai 10,6%, meningkat dari 9,5% pada Agustus 2025. 

Baca Juga: Prospek Kredit Perbankan Tahun 2027 Dihadang Sejumlah Tantangan

Dengan capaian ini, Putrama menegaskan bahwa BNI tak semata-mata mengejar pertumbuhan. “Kami tetap mengedepankan disiplin dalam mengembangkan bisnis,” sebutnya.

Buktinya, bank berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tetap rendah di level 1.94%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×