kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.154   -20,00   -0,11%
  • IDX 4.861   -43,35   -0,88%
  • KOMPAS100 623   -5,97   -0,95%
  • LQ45 496   -1,10   -0,22%
  • ISSI 161   -2,65   -1,62%
  • IDX30 280   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 378   0,27   0,07%
  • IDX80 72   -0,63   -0,86%
  • IDXV30 105   -0,64   -0,61%
  • IDXQ30 94   0,30   0,32%

BNI Revisi Target Pertumbuhan Kredit 2026 Jadi 10%–13%, Ini Alasannya


Rabu, 04 November 2026 / 11:43 WIB
BNI Revisi Target Pertumbuhan Kredit 2026 Jadi 10%–13%, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Kontan BNI (Hendra Suhara/KONTAN)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merevisi target pertumbuhan kredit untuk tahun 2026. Bank pelat merah ini memutuskan menaikkan target dengan memperhitungkan kapasitas bank yang memadai dan prospek bisnis nasabah.

Sebelumnya, BNI menargetkan pertumbuhan kredit di rentang 8%–10% untuk tahun penuh 2026. Kini bank menaikkan targetnya ke rentang 10%–13%.

Direktur Keuangan dan Strategi BNI Hussein Paolo Kartadjoemena bilang, ini sejalan dengan kinerja nasabah BNI.

“Revisi ke atas ini mencerminkan adanya perbedaan kondisi antara perekonomian domestik secara umum dengan segmen-segmen spesifik yang kami layani,” katanya dalam pertemuan analis pekan lalu. 

Baca Juga: Transaksi wondr by BNI Tembus Rp 1.774 Triliun, Naik 25% hingga September 2026

Paolo menjelaskan, pertumbuhan kredit BNI memang tak banyak bergantung pada siklus konsumsi domestik. Ekspansi lebih bertumpu pada sejumlah sektor yang memiliki prospek pertumbuhan spesifik. 

Secara khusus, pihaknya mengamati permintaan yang kuat dari sektor sumber daya alam dan infrastruktur strategis, yang didukung oleh permintaan global. Di luar itu, BNI juga secara aktif mendukung program-program strategis pemerintah.

Salah satunya kredit ke PT Agrinas Pangan Nusantara selaku penyelenggara program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Asal tahu saja, per September 2026, kredit yang disalurkan BNI kepada Agrinas mencapai Rp 45,8 triliun atau setara 65% kredit bank di segmen korporasi yang mencapai Rp 70 triliun.

Paolo memastikan risiko kredit ini telah dikelola dengan baik dan bahkan telah menerima pembayaran angsuran pertama. 

Secara keseluruhan, kredit BNI dalam periode ini memang berhasil tumbuh 22,2% secara tahunan menjadi Rp 992,5 triliun. Paolo bilang penopang utamanya masih segmen wholesale, dengan kontribusi yang berimbang dari segmen korporasi besar dan korporasi menengah. 

Baca Juga: BNI Siapkan Buyback Saham Rp 547 Miliar hingga Januari 2027

Lebih lanjut ia menjelaskan, umumnya pertumbuhan ekonomi domestik yang melambat membuat belanja modal atau kredit investasi korporasi ikut melambat. Sebab, perusahaan dianggap hanya akan menarik kredit modal kerja karena mengalami keterbatasan kas. 

Namun, yang terjadi di BNI berbeda. Dalam periode ini, kredit modal kerja dan kredit investasi BNI secara bank only sama-sama tumbuh 25% secara tahunan, masing-masing menjadi Rp 570,4 triliun dan Rp 242,2 triliun. 

Menurut Paolo, hal ini tak cuman menunjukkan bahwa sektor-sektor kredit yang dilayani BNI relatif berdaya tahan, tetapi juga berarti nasabah masih melakukan ekspansi kapasitas usaha alih-alih sekadar bertahan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Kami melihat adanya permintaan investasi yang nyata dan didorong oleh pasar global, bukan semata-mata pembiayaan untuk mengatasi kesulitan keuangan,” katanya. 

Baca Juga: BNI Sebut Pelonggaran GWM BI Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Potensi itu, lanjut Paolo, juga didukung oleh kapasitas BNI menyalurkan kredit.

Meski saat ini industri dibayangi tekanan likuiditas dan permodalan, ia memastikan neraca keuangan BNI tetap kuat, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level 19,2% dan rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) di 87,9%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×