Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek ekspansi target kredit perbankan pada 2027 cukup positif, namun masih menghadapi beberapa tantangan.
Per September 2026, kredit perbankan masih tumbuh kuat sebesar 13,26% secara tahunan (year on year/yoy), ditopang oleh kredit investasi yang meningkat sebesar 23,20%. Sementara itu, kredit konsumsi hanya tumbuh 4,86% yoy.
Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan mengatakan, pada 2027, perbankan menghadapi sejumlah tantangan dalam memacu target kredit.
Baca Juga: OJK Minta Pelaku Usaha Jasa Keuangan Jadikan ESG Bagian dari Strategi Bisnis
Terutama karena pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,22%, masih tertinggal dari pertumbuhan kredit.
"Sehingga persaingan likuiditas dan biaya dana perlu diantisipasi," ujar Trioksa kepada Kontan, Selasa (3/11/2026).
Perbankan juga perlu mencermati kualitas aset di tengah tekanan daya beli dan kemampuan debitur, khususnya UMKM.
Menurut Trioksa, target kredit perbankan 2027 masih memiliki prospek yang baik dari tahun ini selama aktivitas ekonomi, iklim investasi, dan transmisi penurunan suku bunga ikut membaik. Maka, pertumbuhan kredit perbankan pada 2027 masih memiliki ruang untuk meningkat.
Baca Juga: Bunga Deposito Makin Mahal, Bank Hadapi Ancaman Tekanan Margin Bunga
Pada 2027, tantangan perbankan bukan hanya memperbesar penyaluran kredit.
"Bank perlu memastikan pertumbuhan tersebut berkualitas dan didukung arus kas debitur yang sehat. Serta mampu menjaga keseimbangan antara likuiditas, risiko kredit, dan profitabilitas," kata Trioksa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














