kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Bunga Deposito Makin Mahal, Bank Hadapi Ancaman Tekanan Margin Bunga


Rabu, 04 November 2026 / 05:47 WIB
Bunga Deposito Makin Mahal, Bank Hadapi Ancaman Tekanan Margin Bunga
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan perbankan dalam menghimpun dana semakin ketat.

Hal ini tercermin dari meningkatnya porsi simpanan nasabah yang memperoleh bunga khusus atau special rate di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS mencatat, porsi simpanan dengan bunga di atas tingkat bunga penjaminan mencapai 36,06% pada September 2026. Angka ini meningkat dibandingkan posisi Agustus 2026 yang sebesar 34%.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, peningkatan tersebut terutama berasal dari simpanan korporasi swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).

Baca Juga: SMBC Indonesia (BTPN) Bayar Bunga Obligasi Rp 23,99 Miliar, Simak Rinciannya

"LPS terus mencermati perkembangan ini, terutama dalam kaitannya dengan persaingan penghimpunan dana dan dampaknya ke kondisi masing-masing bank," ujar Anggito, Selasa (3/11/2026).

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai, ketatnya persaingan pendanaan tidak terlepas dari pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga (DPK).

Per September 2026, kredit perbankan tumbuh 13,26% secara tahunan, sedangkan DPK hanya tumbuh 8,22%.

Meski demikian, tingginya penggunaan bunga khusus belum mencerminkan kekurangan likuiditas secara industri. Sebab, rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masih berada di level 24,08%.

Menurut Josua, tekanan pendanaan lebih banyak dipengaruhi konsentrasi dana pada deposan besar yang memiliki daya tawar kuat untuk memindahkan simpanannya ke bank lain.

Baca Juga: BI Rate Naik, Krom Bank Pilih Perkuat Dana Murah Ketimbang Naikkan Bunga Deposito

Ia memperkirakan, penggunaan special rate masih berlanjut hingga akhir 2026, meskipun bank akan semakin selektif dalam menawarkannya.

Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan biaya dana rupiah dari 4,17% pada kuartal III-2026 menjadi 4,39% pada kuartal IV-2026.

Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, persaingan menghimpun dana juga semakin dipengaruhi oleh beragam alternatif investasi yang tersedia bagi masyarakat, seperti ORI, SBN, dan SRBI.

Namun, tabungan dan deposito masih menjadi pilihan masyarakat luas karena dapat dijangkau dengan nilai penempatan yang relatif kecil.

Untuk menjaga efisiensi biaya dana, CIMB Niaga akan memperkuat penghimpunan dana murah melalui layanan penggajian (payroll), rekening operasional, dan cash management.

"Pengelolaan likuiditas yang lebih efisien semakin penting, melihat NIM akan tetap menantang," kata Lani.

Baca Juga: BI Rate Naik ke 5,5%, Bank Ina Siap Tinjau Ulang Bunga Simpanan

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo juga melihat persaingan pendanaan semakin ketat, baik dengan bank konvensional, bank digital, maupun instrumen investasi seperti SBN.

Di sisi lain, kemampuan masyarakat untuk menabung masih menghadapi tekanan akibat daya beli. Karena itu, perbankan perlu mengurangi ketergantungan pada simpanan bernilai besar yang membutuhkan biaya bunga tinggi.

Sementara itu, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengklaim, tren pemberian special rate di BTN mulai menurun. Kondisi tersebut sejalan dengan arahan regulator dan likuiditas pasar yang lebih stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×