Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
Per November 2025, kredit KB Bank tumbuh 8% secara tahunan menjadi Rp 44,54 triliun. Kunardy tidak merinci posisi NPL terbaru, namun memastikan disiplin seleksi nasabah akan terus dijaga ke depan.
Sementara itu, Bank Mega Syariah menyesuaikan strategi bisnis dengan kebijakan regulator.
Risk Management Division Head Bank Mega Syariah Rundi Dhema Perkasa menyebutkan, penerbitan POJK tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM pada November 2025 sejalan dengan fokus bank dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan.
Baca Juga: Kartu Kredit Ditolak Lagi? Cek 5 Risiko Ini Sebelum Moms Ajukan Ulang
Meski agresif dalam ekspansi, Rundi menegaskan manajemen risiko tetap menjadi prioritas. “Strategi bisnis dijalankan secara disiplin dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.
Dengan tren pertumbuhan kredit yang kembali menguat, perbankan kini dihadapkan pada pekerjaan rumah utama: menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset agar risiko kredit tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi.
Selanjutnya: Emas Hampir Sentuh US$ 5.000 dan Perak Bersinar: Apa Pemicu Lonjakan Aset Aman Ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Cimb Niaga
- pertumbuhan kredit
- kredit perbankan
- risiko kredit
- KB Bank
- Non-Performing Loan
- Ekspansi Kredit
- Strategi Perbankan
- Kredit Perbankan 2025
- Kualitas Kredit Bank
- NPL perbankan
- standar pinjaman bank
- Bank Indonesia survei
- indeks lending standard
- kebijakan kredit bank
- CIMB Niaga kredit
- KB Bank kredit
- Bank Mega Syariah pembiayaan
- prinsip kehati-hatian bank













