kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Kredit Modal Kerja Makin Kencang, Ini Strategi Bank Menjaga Momentum


Kamis, 22 Oktober 2026 / 19:41 WIB
Kredit Modal Kerja Makin Kencang, Ini Strategi Bank Menjaga Momentum
ILUSTRASI. Per Agustus 2026, kredit modal kerja tumbuh 12,3% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 3.865 triliun.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit modal kerja (KMK) perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Per Agustus 2026, kredit modal kerja tumbuh 12,3% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 3.865 triliun, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 11,6%.

Peningkatan KMK pada Agustus 2026 antara lain didorong oleh penyaluran kredit pada sektor pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor pengangkutan dan komunikasi.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, pertumbuhan kredit modal kerja yang mencapai dua digit mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan operasional dunia usaha.

"Kebutuhan tersebut terutama untuk pembelian bahan baku, pengelolaan persediaan, pembayaran pemasok, hingga mendukung aktivitas produksi," kata Trioksa kepada Kontan.co.id, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga: BI Otak-atik Insentif Demi Jaga Likuiditas Perbankan

Menurut Trioksa, pertumbuhan kredit modal kerja terutama ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi, serta rantai pasok program prioritas pemerintah.

Ia memperkirakan prospek kredit modal kerja hingga akhir 2026 masih positif, dengan pertumbuhan sekitar 11%–13% secara tahunan. Pendorongnya antara lain peningkatan aktivitas usaha, realisasi belanja pemerintah, serta kebutuhan persediaan menjelang akhir tahun.

Meski demikian, Trioksa mengingatkan bahwa pertumbuhan kredit modal kerja perlu dicermati. Sebab, kenaikan kebutuhan modal kerja tidak selalu mencerminkan ekspansi usaha, tetapi juga dapat dipengaruhi kenaikan biaya produksi dan tekanan arus kas perusahaan.

Karena itu, perbankan perlu mengoptimalkan pembiayaan berbasis rantai pasok, memperluas penyaluran kredit ke sektor produktif dan UMKM, serta memanfaatkan data transaksi untuk meningkatkan ketepatan penyaluran pembiayaan.

Penguatan dana murah, pengelolaan likuiditas, dan pengawasan kualitas kredit juga menjadi perhatian, terutama ketika pertumbuhan kredit masih melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Baca Juga: BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp 1 Triliun

Di sisi perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mencatat pertumbuhan kredit modal kerja. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, penyaluran kredit modal kerja BCA tumbuh 6% YoY per Juni 2026.

Secara khusus, penyaluran kredit korporasi BCA mencapai Rp 513,4 triliun, tumbuh 13,6% YoY per Juni 2026. Kredit investasi dan modal kerja BCA per Juni 2026 banyak disalurkan ke berbagai sektor, seperti manufaktur; perdagangan, restoran, dan hotel; jasa bisnis, dan lainnya.

Hera menilai tren penyaluran kredit secara umum masih sejalan dengan kondisi perekonomian. Dengan dukungan likuiditas yang memadai, BCA optimistis pertumbuhan kredit dapat berlanjut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko.

Baca Juga: Premi Unitlink Tumbuh 18,34% per Agustus 2026, Ini Catatan OJK

“Kami berharap pertumbuhan kredit di 2026, termasuk kredit modal kerja, masih dalam tren positif,” ujar Hera.

Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) melihat prospek kredit modal kerja masih menjanjikan seiring membaiknya aktivitas usaha, terutama di sektor produktif.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY Raden Agus Trimurjanto mengatakan, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, menjadi pendorong utama kredit modal kerja perseroan.

Bank BPD DIY menargetkan kredit modal kerja tumbuh Rp 374,49 miliar atau setara 12,93% sepanjang 2026. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan mengoptimalkan pembiayaan modal kerja bagi proyek pemerintah, khususnya melalui skema kredit kelayakan.

Bank BPD DIY juga mendorong pembiayaan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), serta kredit program perumahan. Selain itu, perseroan memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan daerah, termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, guna mendorong aktivitas UMKM dan kebutuhan pembiayaan modal kerja di wilayah DIY.

Di sisi lain, PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) membukukan pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 15% secara year to date (YtD) hingga Juli 2026 dibandingkan posisi akhir Desember 2025.

Direktur Wholesale Banking KB Bank Widodo Suryadi mengatakan, pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan. Kedua sektor tersebut merupakan bagian dari sektor yang menjadi fokus penyaluran kredit perseroan.

Baca Juga: Bank Mandiri Buyback 91,75 Juta Saham, Dividen yang Dibagikan Capai Rp 50,63 Triliun

“Penyaluran pembiayaan akan tetap diarahkan pada sektor-sektor dengan fundamental yang kuat dan prospek usaha yang baik, dengan tetap mempertimbangkan kualitas aset dan profil risiko bank,” ujar Widodo.

Widodo menambahkan, kredit modal kerja menjadi salah satu fokus pertumbuhan bisnis KB Bank sepanjang 2026. Pengembangan portofolio tersebut dilakukan secara prudent dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kualitas aset, tingkat risiko, serta arah bisnis yang tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×