kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kredit perbankan melambat di 2012


Rabu, 13 Februari 2013 / 11:11 WIB
Kredit perbankan melambat di 2012
ILUSTRASI. Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga lanjut usia. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir tahun 2012 lebih rendah dari pencapaian tahun 2011 yang sebesar 24,5%.

"Pertumbuhan kredit sepanjang 2012 sebesar 23,1% (yoy)," jelas Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Difi A Johansyah, Rabu (13/2).

Tapi, jika melihat hasil rekaman outstanding kredit dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Desember 2012, kredit bank hanya tumbuh 22,96%. Rinciannya dari Rp 2.216 triliun menjadi Rp 2.725 triliun.

Pencapaian ini berarti sesuai dengan target bank sentral yang tidak terlalu agresif seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun tetap saja masih di bawah ambang batas atas Rencana Bisnis Bank (RBB) di level 23%-24%.

Beberapa sektor mencatat kenaikan di atas rata-rata industri. Misalnya, kredit modal kerja yang tumbuh 23,2% (yoy), dan kredit investasi 27,4%.

Kredit konsumsi yang digadang-gadang industri perbankan justru tumbuh di bawah rata-rata yakni hanya 20%. Hal ini disebabkan karena BI memperketat persyaratan pengajuan kredit, di antaranya minimal uang muka yang lebih tinggi dari semula 10% menjadi 30%.

"Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian nasional," ujar Difi.

Perlu diingat, Gubernur BI, Darmin Nasution sempat menurunkan target pertumbuhan kredit perbankan nasional di sepanjang 2012 sebesar 21%-22%. Penyebabnya adalah ekspor Indonesia yang lambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×