kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% per November 2025


Rabu, 17 Desember 2025 / 19:23 WIB
Diperbarui Rabu, 17 Desember 2025 / 20:04 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% per November 2025
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan pada November 2025 tumbuh sebesar 7,74% secara tahunan (year-on-year/yoy),


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan pada November 2025 tumbuh sebesar 7,74% secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,36% (yoy).

Meski tumbuh, Gubernur BI Perry Warjiyo menilai, permintaan kredit belum sepenuhnya kuat. Hal ini dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, serta penurunan suku bunga kredit yang masih berlangsung lambat.

Kondisi tersebut tercermin dari fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) yang masih cukup besar, mencapai Rp 2.509,4 triliun atau sekitar 23,18% dari total plafon kredit yang tersedia hingga November 2025. 

Jumlah itu meningkat dari posisi Oktober 2025 sebesar Rp 2.450,7 triliun atau 22,97% dari plafon kredit tersedia. 

Baca Juga: BI Memperpanjang Relaksasi Cicilan Kartu Kredit hingga Juni 2026

Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai. "Hal ini ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi 29,67%, serta DPK yang tumbuh 12,03% (yoy) pada November 2025," kata Perry dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Likuiditas perbankan turut didorong oleh ekspansi likuiditas moneter dan pelonggaran Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia, serta ekspansi keuangan pemerintah, termasuk penempatan dana pemerintah pada sejumlah bank besar.

BI juga mencatat minat penyaluran kredit perbankan secara umum masih terjaga, tercermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar. Namun, pengetatan terjadi pada segmen kredit konsumsi dan UMKM seiring meningkatnya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.

Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan kredit UMKM yang tercatat turun 0,64% (yoy) pada November 2025 

Ke depan, BI memproyeksi pertumbuhan kredit perbankan pada 2025 berada di batas bawah kisaran 8%–11% yoy. Namun, BI meyakini pertumbuhan bakal lebih masif pada 2026 nanti. 

Baca Juga: Strategi Bank Sentral Dorong Bank Turunkan Bunga Kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×