kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.882   24,00   0,13%
  • IDX 6.038   -79,17   -1,29%
  • KOMPAS100 790   -4,20   -0,53%
  • LQ45 596   -2,80   -0,47%
  • ISSI 210   -2,65   -1,25%
  • IDX30 337   -1,37   -0,41%
  • IDXHIDIV20 413   -2,62   -0,63%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,71%
  • IDXQ30 108   -0,31   -0,29%

Kredit Perbankan Tumbuh 10,8% pada Mei 2026, Ditopang Korporasi dan Investasi


Selasa, 23 Juni 2026 / 11:18 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh 10,8% pada Mei 2026, Ditopang Korporasi dan Investasi
ILUSTRASI. Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit mencapai Rp 8.759 triliun pada Mei 2026, atau tumbuh 10,8% secara tahunan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan kembali menggeliat pada Mei 2026.

Berdasarkan data Uang Beredar Bank Indonesia (BI) yang di publikasikan pada Selasa (23/6/2026), mencatat penyaluran kredit mencapai Rp 8.759 triliun atau tumbuh 10,8% secara tahunan (year on year / yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,4% yoy.

Akselerasi kredit terutama ditopang oleh meningkatnya pembiayaan ke segmen korporasi. Kredit korporasi tercatat tumbuh 17,2% yoy menjadi Rp 5.076,1 triliun pada Mei 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 14,5% yoy.

Sementara itu, kredit kepada debitur perorangan tumbuh stabil sebesar 3,4% yoy dengan outstanding mencapai Rp 3.620,7 triliun. Adapun kredit kepada kelompok debitur lainnya masih terkontraksi 10,3% yoy.

Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh 10,8% pada Mei 2026, Giro dan Tabungan Jadi Penopang

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong oleh kredit investasi (KI) dan kredit modal kerja (KMK). Kredit investasi tumbuh 20,5% yoy menjadi Rp 2.673,4 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 18,4% yoy.

Peningkatan kredit investasi terutama ditopang oleh sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan, serta sektor pengangkutan dan komunikasi.

Di sisi lain, kredit modal kerja tumbuh 7,9% yoy menjadi Rp 3.702,5 triliun, meningkat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 5,8% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan.

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp 2.383,1 triliun, sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 6% yoy.

Perlambatan kredit konsumsi dipengaruhi oleh moderasi pada sejumlah segmen pembiayaan ritel. Kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh 4,6% yoy menjadi Rp 847,9 triliun. Kredit kendaraan bermotor (KKB) masih terkontraksi 9,4% yoy menjadi Rp 131,1 triliun.

Adapun kredit multiguna tetap tumbuh positif sebesar 8,2% yoy dengan outstanding mencapai Rp 1.404,1 triliun, meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,5% yoy.

Baca Juga: AAUI: Mandat UU P2SK Soal Penjaminan Polis Asuransi Dapat Berdampak Positif

Dari sisi sektor properti, pertumbuhan kredit masih terjaga di level tinggi. Penyaluran kredit properti tumbuh 17,2% yoy menjadi Rp 1.690,8 triliun pada Mei 2026.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kredit konstruksi yang melonjak 44,6% yoy menjadi Rp 570,5 triliun. Sementara kredit real estat tumbuh 14,5% yoy menjadi Rp 272,5 triliun dan KPR/KPA naik 4,7% yoy.

Di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertumbuhan kredit mulai menunjukkan perbaikan. Penyaluran kredit UMKM tumbuh 0,6% yoy pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 0,2% yoy.

Peningkatan tersebut didorong oleh kredit usaha menengah yang tumbuh 1,8% yoy. Sementara kredit usaha mikro tumbuh 0,6% yoy dan kredit usaha kecil masih terkontraksi 0,3% yoy.

Berdasarkan penggunaannya, pertumbuhan kredit UMKM terutama berasal dari kredit investasi yang tumbuh 12,5% yoy. Sebaliknya, kredit modal kerja UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 4,5% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×