kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Kredit pertambangan sumbang loan at risk terbesar bank


Minggu, 04 Maret 2018 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. Bank Mayapada


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kredit berisiko (loan at risk) industri perbankan sebagian besar disumbang oleh kredit pertambangan.

"Risiko kredit tinggi masih terkait pertambangan," kata Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK kepada kontan.co.id, Jumat (2/3).

Kredit berisiko di industri perbankan memang masih tinggi. Loan at risk ini diperoleh dari penjumlahan rasio kredit bermasalah ditambah kredit kolektibilitas dua dan kredit restrukturisasi.

Pada tahun ini rasio loan at risk industri perbankan menjadi 9%-10%. Masih tingginya risiko kredit ini salah satunya karena OJK pada akhir 2017 lalu mencabut relaksasi restrukturisasi kredit.

Haryono Tjahriadi, Presiden Direktur Bank Mayapada Internasional bilang dalam mengelola loan at risk dengan mengedepankan komunikasi dengan debitur sejak awal.

"Sehingga ada keterbukaan dan bersama sama dicarikan jalan keluarnya," kata Haryono kepada kontan.co.id, Jumat (2/3).

Menurut Bank Mayapada, pengelolaan risiko kredit adalah proses berkesinambungan. Sehingga dengan ini rasio loan at risk diproyeksi bisa lebih baik dibandingkan kuartal 4 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×