Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Mesti Sinaga
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus mematangkan rencana pelonggaran aturan uang muka atau down payment (DP) kredit pemilikan rumah (KPR). Tujuannya untuk kembali menggairahkan pasar kredit properti yang sedang surut pasca pengetatan aturan KPR.
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) per Maret 2015, kredit properti tercatat hanya mampu tumbuh tipis. Misalnya, kredit untuk perumahan tumbuh 12,13% menjadi Rp 305,85 triliun per kuartal I-2015 dari posisi Rp 272 triliun per kuartal I-2014.
Sektor properti yang paling terasa melambat adalah apartemen/flat dan ruko, yang hanya tumbuh single digit. Sepanjang kuartal 1-2015 lalu, kredit untuk apartemen hanya tumbuh 9,25% menjadi Rp 13,11 triliun dari Rp 12 triliun pada kuartal I-2015.
Sementara kredit properti untuk ruko dan rukan hanya tumbuh 5,39% menjadi Rp 26,16 triliun di kuartal I-2015, dibandingkan posisi Rp 24,82 triliun di kuartal I-2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News