Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali paruh kedua tahun 2025, penyaluran kredit sindikasi perbankan menunjukkan pertumbuhan. Di enam bulan pertama 2025 lalu, penyaluran kredit sindikasi tercatat turun.
Kenaikan kredit sindikasi tersebut sejalan dengan naiknya Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang masih menunjukkan zona ekspansi. Namun, tampaknya kenaikan tersebut lebih menunjukkan langkah mitigasi bank untuk berbagi risiko dengan bank lainnya.
Jika mengacu data Bloomberg hingga Jumat (29/8/2025), kesepakatan kredit sindikasi telah mencapai US$ 21,08 miliar, naik 54,9% secara tahunan (YoY).
Sebagai perbandingan, penyaluran kredit sindikasi pada semester I 2025 turun 10,6% YoY dengan senilai US$ 9,58 miliar. Artinya, pada awal kuartal III-2025 sendiri, kredit sindikasi sudah meningkat hingga US$ 11,5 miliar atau naik 297,3% YoY.
Dari sisi Mandated Lead Arranger (MLA), PT Bank Mandiri Tbk menempati posisi pertama dengan memiliki sembilan kesepakatan yang senilai US$ 2,19 miliar. Kesepakatan kredit sindikasi terbesar diberikan kepada PT Indika Energy Tbk yang mencapai US$ 374,7 juta.
Baca Juga: Ada Harapan Kredit Sindikasi Perbankan Kian Membaik pada Semester II-2025
Pengamat perbankan Moch Amin Nurdin bilang pertumbuhan kredit sindikasi ini lebih disebabkan pembagian risiko dalam memberikan kredit. Pasalnya, dalam kredit sindikasi, bank-bank akan bergabung untuk menyalurkan kredit ke korporasi tertentu.
“Di tengah ketidakpastian saat ini menjadi menarik, makanya kredit sindikasi ini meningkat,” ujar Amin, Jumat (29/8/2025).
Berdasarkan yang diolah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPL untuk kredit korporasi per Mei 2025 berada di level 2,29%. Catatan tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan NPL untuk kredit konsumsi yang berada di level 2,27%.
Meski demikian, Amin juga tak menampik pertumbuhan kredit korporasi ini juga bisa jadi indikator bahwa korporasi mulai melakukan ekspansi. Namun, ia menegaskan bahwa ekspansi kemungkinan baru terjadi di beberapa sektor seperti pertambangan, manufaktur dan wholesales terkait makanan dan minuman.
“Korporasi sedang melakukan ekspansi meski menurut saya tidak sama untuk setiap sektor usaha ya,” jelasnya.
Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Steffano Ridwan bilang saat ini memang lebih menarik untuk berbagi risiko. Alhasil, penyaluran kredit sindikasi mulai mencatatkan pertumbuhan.
Maybank sendiri akan mendukung kredit sindikasi. Dengan catatan, target segmen, harga, ukuran dan industrinya memang sesuai dengan risk appetite dari bank milik grup keuangan asal Malaysia ini.
Hingga akhir Agustus 2025 ini, Maybank Indonesia telah menjadi MLA dalam kredit sindikasi senilai US$ 92,49 juta. Kredit tersebut masih turun jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sekitar 0,17% YoY.
“Kami berharap di semester II ini bisa melakukan lebih banyak kredit sindikasi,” ujar Steff.
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Sindikasi Masih Lesu, BNI Beberkan Penyebabnya
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F. Haryn bilang BCA mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia dengan menyalurkan kredit sindikasi ke berbagai sektor strategis.
Hera mengatakan, BCA masih mencatatkan pertumbuhan kredit sindikasi yang positif. Pada periode yang sama, BCA mencatatkan kredit sindikasi sebagai MLA mencapai US$ 552,8 juta yang terdiri dari 9 kesepakatan.
“Pada prinsipnya, tren penyaluran kredit sindikasi akan selaras dengan kondisi perekonomian nasional,” ujar Hera.
Ia pun memastikan BCA turut berpartisipasi dalam kredit sindikasi dengan senantiasa mempertimbangkan faktor risk appetite, posisi likuiditas dan modal, serta memilih proyek-proyek yang berpotensi memperkuat bisnis inti BCA.
Selanjutnya: IHSG Turun 0,36% dalam Sepekan, Ini Saham yang Bisa Dicermati Pekan Depan
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (30/8), Waspada Hujan Lebat di Provinsi Berikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News