kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   -1.000   -0,07%
  • USD/IDR 16.200
  • IDX 7.285   -42,48   -0,58%
  • KOMPAS100 1.135   -6,86   -0,60%
  • LQ45 913   -7,71   -0,84%
  • ISSI 218   -0,65   -0,30%
  • IDX30 454   -4,27   -0,93%
  • IDXHIDIV20 544   -4,82   -0,88%
  • IDX80 128   -0,99   -0,77%
  • IDXV30 127   -0,26   -0,20%
  • IDXQ30 153   -1,52   -0,98%

Laba 10 bank besar Feb 2017 melesat dobel digit


Selasa, 04 April 2017 / 18:30 WIB
Laba 10 bank besar Feb 2017 melesat dobel digit


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Perbankan nasional pada awal tahun 2017 ini mencatat kinerja yang cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan realisasi laba bersih 10 bank besar pada Februari 2017 senilai Rp 13,58 triliun atau naik 11,96% secara tahunan atau year on year (yoy).

Berdasarkan rekapitulasi KONTAN terhadap laporan keuangan bulanan 10 bank besar, tercatat kenaikan laba bersih pada Februari 2017 ini lebih tinggi dari kenaikan pada Februari 2016 sebesar 0,66% yoy.

Jika dilihat lebih detail, laba bersih 10 bank besar ini hampir 84% disumbang oleh bank BUKU IV. Tercatat laba bersih kelompok bank BUKU IV pada Februari 2017 hampir Rp 11,4 triliun.

Dari empat bank BUKU IV, Bank BRI mencatat laba tertinggi yaitu Rp 4,12 triliun. Nomor dua yaitu BCA sebesar Rp 3,14 triliun, ketiga adalah Bank Mandiri sebesar Rp 2,46 triliun. Sedangkan nomor empat adalah BNI sebesar Rp 1,68 triliun.

Perolehan laba yang cukup baik pada Februari 2017 ini didorong oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 37,4 triliun atau naik 6,96% yoy. Sedangkan beban operasional selain bunga bersih tercatat sebesar Rp 20,1 triliun naik 0,31% yoy.

Pada Februari 2017, jumlah cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang dialokasikan 10 bank besar tercatat sebesar Rp 113,5 triliun atau naik 33,8% yoy. Kenaikan CKPN pada Februari 2017 ini lebih rendah dibandingkan Februari 2016 sebesar 34% yoy.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA mengatakan kinerja perbankan pada awal tahun ini didukung oleh pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup baik.

“Namun secara umum, kami mencatat permintaan kredit pada awal tahun ini masih lemah, belum ada sektor penyaluran kredit yang mencatat pertumbuhan cukup tinggi,” ujar Jahja kepada KONTAN, Selasa (4/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×