kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Laba Bank Muamalat anjlok 95%, NPF membengkak jadi 5,41% di semester I-2019


Senin, 12 Agustus 2019 / 16:01 WIB

Laba Bank Muamalat anjlok 95%, NPF membengkak jadi 5,41% di semester I-2019
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Muamalat


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bank Muamalat Indonesia semakin memburuk. Laba bersih bank syariah pertama di Tanah Air ini anjlok pada semester I 2019. Di sisi lain rasio pembiayaan bermasalah Bank Muamalat kian menggunung.

Mengutip laporan keuangan Bank Muamalat, Senin (12/8), Muamalat hanya mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp 5,08 miliar sepanjang paruh pertama 2019. Capaian itu anjlok 95% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp 103,7 miliar.

Baca Juga: Jumlah nasabah tabungan haji Bank Muamalat tembus 51 ribu nasabah

Anjloknya perolehan laba bersih itu sejalan dengan penurunan pendapatan penyaluran dana sebesar 24,7% dari 1,78 triliun menjadi Rp 1,34 triliun. Sedangkan bagi hasil untuk pemilik dana investasi cenderung stabil yakni Rp 1,13 triliun.

Pembiayaan Bank Muamalat juga melambat. Per Juni 2019, total pembiayaan bank ini hanya Rp 15,70 triliun yang terdiri dari Mudharabah Rp 461 miliar dan Musyarakah Rp 15,24 triliun.

Padahal di periode yang sama tahun lalu, Bank Muamalat mencatat pembiayaan sebesar Rp 17,68 triliun yang terdiri dari Mudharabah Rp 548 miliar dan Musyarakah Rp 17,13 triliun. Artinya capaian pembiayaan bank ini melorot 10,7% secara year on year (yoy) di paruh pertama tahun ini.

Baca Juga: Bank Muamalat bersiasat agar kembali sehat

Total aset Bank Muamalat per Juni 2019 mencapai Rp 54,57 triliun atau turun dari Juni 2018 yang ketika itu mencapai Rp 55,18 triliun. Selain itu, kualitas aset Bank Muamalat juga semakin memburuk yang ditandai dengan meningkatnya rasio non performing financing (NPF).

Per juni 2019, NPF gross Bank Muamalat membengkak menjadi 5,41% dari 1,65% pada Juni 2018. NPF net juga naik tajam dari 0,88% menjadi 4,53% atau telah mendekati ambang batas normal sesuai ketentuan yakni 5%.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×