Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri
JAKARTA. PT Bank Sahabat Sampoerna berhasil mengalami lonjakan laba di semester I tahun ini. Pada posisi Juni 2013, laba yang Bank Sahabat Sampoerna tercatat yakni Rp 7,5 miliar. Angka itu melesat 212,5% dibanding Rp 2,4 miliar pada Juni tahun lalu.
"Sebenarnya sekarang pertumbuhan seperti biasa. Karena tahun lalu laba kami sempat turun karena adanya pembersihan kredit bermasalah," aku Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna, Indra W. Supriadi, di Kembang Goela, Kamis, (1/8).
Pada semester pertama ini, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Bank Sahabat Sampoerna mengalami penurunan cukup tajam. Tadinya, NPL gross bank ini berada di posisi 4,5%. Namun NPL tersebut sudah berhasil turun jadi 1,2%.
Kredit pun tercatat tumbuh cukup tinggi yakni 60%. Di bulan Juni tahun lalu, kredit yang Bank Sahabat Sampoerna gelontorkan yaitu sekitar Rp 1 triliun. Pada Juni ini, kredit tersebut meningkat jadi Rp 1,6 triliun.
Hingga akhir tahun, Indra yakin, penyaluran kredit bisa mencapai kisaran Rp 2,2 triliun sampai 2,4 triliun. Ia bilang, ada 2 penggerak kredit yaitu, yakni kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) dan channeling kepada koperasi.
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate tak lantas membuat Bank Sahabat Sampoerna meningkatkan suku bunga kredit. "Meskipun kita akui ada kenaikan cost of fund," sebut Indra.
Saat ini, suku bunga kredit di Bank Sahabat Sampoerna yakni 12% untuk UKM. Sedangkan untuk kredit channeling, suku bunganya berkisar antara 15-18%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News