Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Bank Sampoerna menilai penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan kredit yang optimal menjadi faktor penting untuk menjaga fundamental bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain pembiayaan UMKM, perseroan juga terus memperluas bisnis melalui ekosistem digital.
CEO Bank Sampoerna Ali Yong mengatakan, layanan Bank as a Service (BaaS) menjadi salah satu mesin pertumbuhan perseroan.
Pada kuartal II-2026, layanan BaaS Bank Sampoerna mencatat lebih dari 906 juta transaksi, melonjak 513,39% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sekitar 147 juta transaksi.
Sementara itu, total volume transaksi BaaS hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp168,7 triliun, tumbuh 187% yoy dibandingkan sekitar Rp58,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Raup Laba Rp 8 Miliar Kuartal I-2026, Bank Sampoerna Fokus Genjot UMKM
"Melalui kerja sama strategis berbasis layanan BaaS dengan lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya, Bank Sampoerna tidak saja memperluas akses layanan perbankan hingga ke pelosok Tanah Air, tetapi juga memperkuat posisi permodalan perusahaan dan kemampuan untuk menyalurkan pembiayaan," kata Ali dalam siaran pers, Rabu (26/8).
Adapun layanan BaaS yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat antara lain pembayaran melalui QRIS, virtual account, serta transfer dana host-to-host.
Bank Sampoerna juga memperkuat layanan digital melalui Sampoerna Mobile Banking (SMB). Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses sejumlah fitur seperti top up e-wallet, pembayaran QRIS, pembukaan deposito secara daring, serta berbagai promo biaya transaksi.
Baca Juga: Bank Sampoerna Genjot Porsi Kredit UMKM, Porsinya Capai 59% dari Portofolio Kuartal I
Perseroan juga terus mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan edutainment SampoernaFest yang telah digelar di Medan pada Juli 2026 dan akan berlanjut sepanjang tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














