kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.089   -100,00   -0,55%
  • IDX 5.024   103,83   2,11%
  • KOMPAS100 647   15,03   2,38%
  • LQ45 513   11,83   2,36%
  • ISSI 166   2,46   1,51%
  • IDX30 289   6,14   2,17%
  • IDXHIDIV20 389   6,17   1,61%
  • IDX80 75   1,71   2,34%
  • IDXV30 108   1,44   1,35%
  • IDXQ30 97   2,08   2,18%

Laba Bersih Bank Tabungan Negara (BBTN) Melonjak 48,3% pada 2021


Selasa, 08 Februari 2022 / 12:27 WIB
ILUSTRASI. Antrean nasabah untuk bertransaksi di Kantor PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Cabang Harmoni, Jakarta, Rabu (16/6/2021).  Laba Bersih Bank Tabungan Negara (BBTN) Melonjak 48,3% pada 2021.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan kinerja menggembirakan sepanjang 2021. Laba bersih bank pelat merah ini tumbuh 48,3% dari Rp 1,6 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 2,37 triliun. 

Berdasarkan materi paparan laporan keuangan BTN yaang dipublikasikan Selasa (8/2), pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bunga bersih (Net interest income/NII) sebesar 44,7% dari Rp 9,12 triliun menjadi Rp 13,2 triliun. 

Margin bunga bersih atau Net interest margin (NIM) BTN  meningkat dari 3,06%pada tahun 2020  menjadi 3,99%.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih seiring dengan pertumbuhan kredit sebesar 5,66% YoY  menjadi Rp 274,8 triliun.  Pertumbuhan kredit tahun lalu ditopang oleh KPR subsidi yang tumbuh 8,25% YoY menjadi Rp 130,68 triliun.  KPR subsidi menyumbnag 47,55% terhadap total kredit perseroan. 

Baca Juga: Bidik Nasabah Tajir, BCA Rilis Reksadana Batavia Technology Sharia Equity USD

KPR non subsidi juga tercatat tumbuh positif sebesar 4,14% YoY  dari Rp 79,9 triliun menjadi Rp 83,25 triliun. Sedangkan kredit konstruksi masih kontraksi 11% menjadi Rp 23,9 triliun dan kredit perumahan lainnya turun 3,8% menjadi Rp 6,9 triliun. 

Adapun kredit non perumahan meningkat 18,49% menjadi Rp 30,01 triliun. Ini terdiri dari kredit konsumer yang tumbuh 28,1% jadi Rp 6,5 triliun, kredit komersial naik 15% jadi Rp 9,5 triliun dan kredit korporasi meningkat 16,7% ke Rp 13,9 triliun. 

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,03 % YoY menjadi Rp 295,97 triliun. Adapun total aset perseroan tumbuh 2,95% YoY menjadi Rp 371,86 triliun. 

Baca Juga: Menghitung Potensi Kenaikan Saham Perbankan

Pertumbuhan kredit disertai dengan perbaikan kualitas aset dimana rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross BTN turun dari 4,37% menjadi 3,7%  dan NPL net turun dari 2,06% menjadi 1,2%. 

BTN terus memupuk pencadangan untuk mengantisipasi resiko kredit. Adapun coverage ratio yang dialokasikan terhadap NPL naik dari 115,02% pada 2020 menjadi 141,82% pada 2021. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×