kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.056   96,00   0,53%
  • IDX 5.229   -634,34   -10,82%
  • KOMPAS100 668   -93,34   -12,26%
  • LQ45 519   -71,47   -12,11%
  • ISSI 179   -21,98   -10,91%
  • IDX30 290   -38,77   -11,79%
  • IDXHIDIV20 377   -45,62   -10,79%
  • IDX80 77   -10,65   -12,20%
  • IDXV30 104   -11,89   -10,27%
  • IDXQ30 96   -12,35   -11,44%

Laba BNI (BBNI) Melesat 232% Jadi Rp 10,89 Triliun pada Tahun 2021, Ini Pendorongnya


Rabu, 26 Januari 2022 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Bank BNI di Bintaro Tangerang Selatan, Kamis (23/9)../pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/09/2021.


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Pertumbuhan kredit ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 729,17 triliun atau tumbuh 15,5% yoy, dan membawa BNI pada situasi likuiditas yang sangat mencukupi dan jauh melampaui pertumbuhan kredit tahun lalu.

Penghimpunan DPK ini menguat di Kuartal 4 Tahun 2021, meskipun suku bunga simpanan terus menurun. Bekal DPK tersebut membuat BNI memiliki cadangan likuiditas yang tangguh dan siap digunakan jika permintaan kredit meningkat atau pasar obligasi berubah menjadi lebih baik tahun 2022.

“Dana murah atau CASA BNI juga masih mendominasi DPK, yaitu terjaga pada level 69,4% dari seluruh DPK. CASA terdongkrak hingga 17,1% yoy menjadi Rp 506,06 triliun. Pertumbuhan dana murah ini mendorong perbaikan Cost of Fund dari 2,6% pada akhir tahun 2020 menjadi 1,6% tahun 2021,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×