kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Laba Industri Penjaminan Naik Jadi Rp 209,91 M per Februari 2026, Ini Kata Asippindo


Senin, 06 April 2026 / 16:44 WIB
Laba Industri Penjaminan Naik Jadi Rp 209,91 M per Februari 2026, Ini Kata Asippindo
ILUSTRASI. Jamkrindo (Dok/Jamkrindo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri penjaminan konvensional meraih laba Rp 209,91 miliar per Februari 2026. Nilainya meningkat 104,55% secara Year on Year (YoY). 

Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menerangkan sejumlah penyebab meningkatnya laba industri. Sekretaris Jenderal Asippindo, Agus Supriadi mengatakan salah satunya perbaikan kualitas portofolio penjaminan.

"Adapun penurunan klaim (loss ratio) akibat selektivitas dalam penjaminan membuat beban klaim lebih terkendali, sehingga profitabilitas meningkat," ujar Agus kepada Kontan, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Asippindo Proyeksikan Bisnis Penjaminan Tahun Ini Masih Bisa Tumbuh Positif

Agus mengatakan faktor lainnya, yakni efisiensi operasional. Dia bilang banyak perusahaan penjaminan melakukan optimalisasi biaya operasional, termasuk digitalisasi proses bisnis dan pengetatan biaya overhead. Hal itu membuat profitabilitas industri menjadi meningkat.

Selain itu, kinerja instrumen investasi yang lebih baik turut menopang pendapatan non-operasional, sehingga berdampak terhadap laba industri. 

"Dipicu juga faktor strategi repricing dan risk based pricing yang dilakukan industri. Penyesuaian tarif penjaminan berbasis risiko membantu menjaga margin meskipun volume Imbal Jasa Penjaminan (IJP) menurun," tuturnya.

Baca Juga: OJK Ungkap Faktor Penyebab Laba Industri Penjaminan Tertekan pada 2025

Agus menyampaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) juga menjadi faktor yang memengaruhi perolehan laba. Dia menyebut dengan kualitas aset yang lebih baik, kebutuhan pencadangan menurun, sehingga berdampak langsung pada peningkatan laba. 

Asal tahu saja, meski industri mencetak laba yang meningkat signifikan, nilai IJP bruto industri mengalami kontraksi sebesar 7,78% YoY, menjadi Rp 1,54 triliun per Februari 2026. 

Baca Juga: OJK Genjot Penggunaan Aktuaria untuk Perkuat Underwriting Penjaminan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×