CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Laju Pertumbuhan Pembiayaan Syariah Masih Tertinggal dari Kredit Industri Perbankan


Minggu, 13 September 2026 / 14:10 WIB
Laju Pertumbuhan Pembiayaan Syariah Masih Tertinggal dari Kredit Industri Perbankan
ILUSTRASI. Penyaluran pembiayaan oleh bank syariah menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Meski, lajunya belum mengungguli kredit industri perbankan. ?(KONTAN/Muradi)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran pembiayaan oleh bank syariah menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Meski, lajunya belum mampu mengungguli kredit industri perbankan. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kredit industri perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 9.135 triliun, melaju dari pertumbuhan 12,67% yoy pada bulan sebelumnya. 

Dalam periode yang sama, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,82% yoy menjadi Rp 744,51 triliun, melaju dari pertumbuhan 11,29% yoy pada bulan sebelumnya. Secara komposisi, pembiayaan bank syariah baru setara 8,1% dari kredit industri perbankan. 

Menurut Direktur Sharia Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara, pada dasarnya kinerja kredit di bank konvensional banyak didorong oleh pertumbuhan pinjaman yang disalurkan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

Baca Juga: 17 Tahun Indonesia Eximbank Memperkuat Peran Policy Bank Pendukung Ekspor Nasional

Utamanya, untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan pemerintah. Segmen itu lah yang tak banyak digarap oleh perbankan syariah, dan pada gilirannya membuat laju pertumbuhan pembiayaan bank syariah tak sepesat bank konvensional. 

Di CIMB Niaga sendiri, pembiayaan syariah terpantau turun 12,36% yoy menjadi Rp 51,47 triliun per Juli 2026. Secara khusus Pandji bilang tahun ini unit usaha syariah (UUS) CIMB Niaga memang sedang lebih fokus pada proses spin-off alias pemisahan dari induknya. 

“Sampai akhir tahun, untuk CIMB, lebih banyak proses untuk menyelesaikan persiapan spin-off. Itu memang yang menjadi target utama,” ujar Pandji kepada Kontan, Jumat (11/9/2026). 

Di samping itu, pihaknya juga tengah fokus untuk memperbaiki struktur pendanaan agar ke depannya lebih fokus ke dana murah. “Jadi dari awal tahun memang fokus tahun ini bukan kepada pembiayaan,” imbuh Pandji. 

Sementara itu, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan portofolio pembiayaan sebesar 11,5% yoy menjadi Rp 13,5 triliun per Agustus 2026. Direktur BCA Syariah Pranata menjabarkan, kontribusi terbesar masih dari segmen pembiayaan komersial yang mencapai 73,4% dari total pembiayaan, dan pembiayaan konsumer mencapai 18,3%. 

Secara pertumbuhan, pembiayaan konsumer berhasil tumbuh pesat 34,7% yoy menjadi Rp 2,5 triliun dan pembiayaan komersial tumbuh 6% yoy menjadi Rp 9,9 triliun. 

Hingga akhir tahun, BCA Syariah optimistis portofolio pembiayaan bakal terus tumbuh hingga double digit. Salah satu strateginya dengan menjaga pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang berkualitas di berbagai segmen, termasuk komersial, konsumer, dan UKM (usaha kecil dan menengah), dengan mengedepankan prinsip kehati hatian.

Baca Juga: BCA Expo 2026 Tawarkan Hunian Mulai Rp 220 Juta dan Bunga KPR 1,23%

Di luar itu, BCA Syariah juga terus mengembangkan e-channel untuk mempermudah akses pembiayaan oleh nasabah. 

“Salah satunya dengan meningkatkan fitur pembiayaan emas di aplikasi mobile banking BSya sehingga nasabah dapat mengajukan pembiayaan secara online dengan pilihan gramasi emas yang makin lengkap,” ungkap Pranata. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×